Fast Food Raih Peringkat AA dari Pefindo

Perusahaan cepat saji, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) meraih peringkat AA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan prospek stabil. Informasi tersebut disampaikan Pefindo dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (10/7).

Disebutkan, peringkat serupa juga diberikan untuk Obligasi I/2011 FAST senilai Rp200 miliar. Kata analis Pefindo, Mega Dwitya Nugroho, peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar perseroan yang kuat di segmen restoran cepat saji berbahan dasar ayam di Indonesia.

Selain itu, juga lokasi gerai yang terdiversifikasi dengan baik secara geografis, tingkat leverage keuangan perusahaan yang sangat konservatif dan proteksi arus kas yang superior, “Kendati demikian, peringkat tersebut dibatasi kompetisi yang ketat di industri restoran,\" kata dia.

FAST merupakan pemegang waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC) di Indonesia selama 30 tahun. Per akhir kuartal I/2013, pemegang saham mayoritas perseroan adalah Galael Pratama dengan kepemilikan saham 43,8% dan PT Megah Eraraharja sebesar 35,8%.

Sebagai catatan, tahun ini, PT Fast Food Indonesia Tbk mengangarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp300 miliar. Dana tersebut berasal dari kas internal perseroan.

Direktur Keuangan FAST Justinus Djuono pernah bilang, alokasi dana belanja modal tersebut akan digunkan untuk pembukaan 30 gerai hingga akhir tahun. Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk pemeliharaan gerai-gerai yang telah ada, “Belanja modal kami sebesar Rp300 miliar, sebesar Rp270 miliar kami gunakan untuk membuka gerai baru yang tersebar di kota besar, sementara sisanya Rp30 miliar akan digunakan untuk perbaikan gerai, penambahan mesin baru di gerai yang telah ada,”ungkapnya.

Hingga kuartal pertama tahun ini, perseroan sudah merealisasikan belanja modal sebesar Rp45 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan sembilan gerai baru yang tersebar di kota besar.\"Hingga Mei kami sudah membangun lima gerai baru, masing-masing gerai dibutuhkan biaya sebesar Rp9 miliar, maka hingga kuartal pertama belanja modal yang dihabiskan sudah Rp45 miliar,\"ujarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

BMRS Lunasi 20% Saham DPM Ke Antam - Raih Dana Segar dari NFC China

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar senilai US$ 198 juta dari NFC China, mendorong PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)…

PUB Obligasi BRI Meleset dari Target - Mempertimbangkan Sisa Waktu

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan kondisi pasar yang tidak bakal menyerap seluruh obligasi, PT Bank BRI (BBRI) menyatakan telah menghentikan kegiatan…

Pemkot Bandung Optimistis Raih Predikat Terbaik SP4N

Pemkot Bandung Optimistis Raih Predikat Terbaik SP4N NERACA Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung optimistis meraih predikat terbaik dalam Sistem…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

HRUM Targetkan Penjualan 4,8 Juta Ton

Hingga akhir tahun 2018, PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara mencapai 4,8 juta ton.…

BNBR Private Placement Rp 9,38 Triliun

Lunasi utang, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) berencana mengonversi utang dengan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih…

Danai Pelunasan Utang - Chandra Asri Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun, emisi penerbitan obligasi masih ramai dan salah satunya PT Chandra Asri Petrochemical Tbl (TPIA)…