Andalan Artha Sekuritas Akan Tangani 2 IPO

NERACA

Jakarta-PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas mengaku akan menangani proses pelaksanaan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO) atas dua perusahaan pada semester kedua tahun ini. “Akan ada dua IPO, yaitu untuk sektor perbankan dan perkebunan.” kata Direktur Utama PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas, Andri Rukminto di Jakarta, Senin (8/7).

Perusahaan perbankan tersebut, menurut dia, akan menggunakan buku September dalam proses penwaran sahamnya sehingga realisasi rencana IPO dilakukan pada tahun depan. Namun, untuk sektor perkebunan akan diupayakan menggunakan buku Juni 2013, dan diharapkan dapat mencatatkan sahamnya pada tahun ini. Targetnya, perusahaan dapat mengantongi dana sebesar Rp1,2 triliun untuk penjaminan emisi tahun 2013.

Selain menangani perusahaan yang akan melaksanakan proses IPO, sambung dia, pihaknya juga sedang memproses pelaksanaan penerbitan surat utang atau obligasi berkelanjutan untuk perusahaan properti. Rencananya, perusahaan ini akan menggunakan buku September dan menawarkan obligasi hingga Rp2 triliun. \"Nilainya mencapai Rp 2 triliun melalui mekanisme penawaran umum berkelanjutan (pub). Obligasi tahap pertama Rp700-1 triliun, ada yang konvensional dan syariah,\" jelasnya.

Andri mengatakan, untuk penerbitan obligasi di sektor ini memiliki jangka waktu lima tahun. Namun, untuk tingkat suku bunganya masih akan melihat perkembangan pasar. Meskipun tingkat suku bunga acuan (BI rate) tahun ini mengalami kenaikan, pihaknya meyakini penentuan kupon obligasi tidak akan mengalami kenaikan yang signifikan dan dapat menarik investor. “Dari penawaran obligasi sebelumnya, PTPN X misalnya, dari kupon sekitar 8,5%-9%, akhirnya dipatok 8,9%.” ucapnya.

Sementara untuk pelaksanaan IPO, diakui Andri, kondisi pasar yang tidak terlalu baik mempengaruhi permintaan di pasar. Namun, sebagai strateginya, perusahaan dapat menurunkan size dan harga saham yang ditawarkan. Selain Victoria, AAA Sekuritas sebelumnya juga menangai pencatatan saham perdana PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk. Dalam waktu dekat ini, pihaknya juga akan menjadi penjamin emisi untuk pencatatan saham bank Mitra Niaga.

Informasinya, PT Bank Mitraniaga Tbk menawarkan 445.000.000 saham atau 27,32% dari total saham Perseroan dengan nominal 100 rupiah per saham. Rencananya, seluruh dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi kredit Perseroan. Bank Mitraniaga merupakan satu dari lima emiten perbankan yang merupakan pendatang baru di BEI. Keempat bank lainnya ialah PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (ditunda), PT Bank Mestika Dharma Tbk, PT Bank National Nobu Tbk, dan PT Bank Maspion Tbk. (lia)

Related posts