Pemanfaatan Kartu Akses Jalan Ditempat - Baru 40 Ribu Investor

NERACA

Jakarta- PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengaku penggunaan kartu akses (Acuan Kepemilikan Sekuritas) masih sangat minim. Padahal, dengan menggunakan kartu Akses, investor dapat memantau dan memonitor portofolio investasinya secara independen di pasar modal. \"Dari 299.740 yang punya akses, yang menggunakannya baru sekitar 40 ribu investor.\" kata Presiden Direktur KSEI, Heri Sunaryadi di Jakarta, Senin (8/7).

Minimnya penggunaan kartu Akses, menurut dia, karena sejauh ini sebagian besar investor menyerahkan sepenuhnya kepada perantara efek (broker). Karena itu, pihaknya akan terus mengupayakan untuk melakukan sosialisasi atas penggunaan kartu Akses kepada seluruh investor dan anggota bursa. Ke depan, pihaknya menargetkan sekitar 20% investor dapat menggunakan kartu tersebut.

Selain mensosialisasikan kartu Akses, sambung dia, KSEI juga sedang melakukan pengembangan infrastruktur untuk mendukung kinerja pasar modal Indonesia. Salah satunya, pengembangan sistem \\\"C-Best Next Generation\\\" untuk mengantisipasi semakin besarnya frekuensi transaksi ke depan dengan proses data yang lebih cepat. Program pengembangan infrastruktur ini juga dimaksudkan agar investor lebih mudah mengakses dan memantau portofolio investasi yang dikelola oleh perusahaan sekuritas secara mobile.

Selain itu, KSEI juga sedang mempersiapkan satu modul statistik data investor. \"Kita juga persiapkan modul statistik data investor untuk permudah pengkinian data-data identitas tunggal investor (SID). Kuartal keempat ini mudah-mudahan selesai.\" jelasnya.

Ke depan, KSEI juga akan lebih menertibkan kepemilikan SID yang hingga kini belum maksimal. Diharapkan, dengan upaya pengembangan statistik data investor juga untuk meminimalisir kepemilikan SID ganda. Selain itu, dengan adanya SID juga dapat mengetahui akurasi data transaksi yang terjadi di pasar modal pada saat melakukan mutasi saham.

Pihaknya mencatat, saat ini ada sebanyak 299.740 investor yang tercatat memiliki SID. Untuk menertibkan account tercatat, KSEI pun menerapkan biaya administrasi sebesar Rp1 juta per bulan untuk account yang tidak mencatatkan saldo atau transaksi setelah enam bulan. Adapun total aset yang dikelola KSEI hingga kini senilai Rp2.300 triliun, dengan rincian Rp1700 triliun asing, sedang sisanya dimiliki domestik.

Selain SID bagi investor saham, KSEI juga akan menerapkan penggunaan SID bagi investor reksa dana. \"Saat ini sudah dikaji dan ada timnya untuk SID investor reksa dana. Targetnya pertengahan 2014 karena banyak aspek dan hal yang perlu disiapkan untuk itu.\" jelasnya.

Dia menambahkan, dalam pengembangan infrastruktur pasar modal, KSEI belum lama ini telah bekerja sama dengan PT Bank Mandiri Syariah (BSM) sebagai Bank Administrator RDN Syariah. Kebutuhan penunjukan bank umum syariah sebagai administrator RDN syariah ini untuk melengkapi Bank Administrator RDN yang juga memiliki layanan RDN syariah melalui Unit Usaha Syariahnya, yaitu PT Bank Permata Tbk. Selain itu, KSEI juga telah bekerjasama dengan lima bank, yaitu PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Permata Tbk, sebagai bank yang memberikan layanan administrasi RDN. (lia)

Related posts