Adhi Karya Kantongi Kontrak Rp4,5 Triliun - Kinerja Semester Pertama 2013

NERACA

Jakarta-PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengaku telah mengantongi kontrak baru senilai Rp4,5 triliun hingga semester pertama 2013. Targetnya, perseroan akan dapat memperoleh kontrak sebesar Rp14,4 triliun hingga akhir tahun ini. “Hingga semester pertama 2013 baru perseroan kontrak mencapai Rp4,5 triliun dari target kontrak baru pada tahun ini sebesar Rp14,4 triliun,” kata Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya Tbk, Amrozi, di Jakarta akhir pekan kemarin.

Amrozi mengatakan, kontrak baru yang diperoleh perseroan berasal dari tambahan pembangunan aprol terminal Soekarno Hatta senilai Rp473 miliar dan pembangunan pabrik CPO di Sumatra Utara sebesar Rp116 miliar. Perseroan pun optimistis dapat memperoleh laba bersih sebesar Rp454 miliar.

Kenaikan laba tersebut seiring dengan target pendapatan senilai Rp 13,3 triliun, atau naik 38,5% dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 9,6 triliun. Kinerja perseroan di tahun 2013 ini akan didukung oleh adanya sejumlah proyek yang dikerjakan. Terlebih perseroan telah menandatangi beberapa kontrak baru untuk pembangunan jalan dan hotel di beberapa kota di Indonesia. Bahkan sampai dengan Februari 2013 saja, perseroan mencatat telah membukukan nilai kontrak sebesar Rp 377 miliar.

Beberapa kontrak baru yang akan dikerjakan perseroan, lanjut dia, antara lain pembangunan jalan raya, pembangunan Hotel Lor In Solo, pembangunan Hotel Pullman di Jakarta, dan pembangunan kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Banjarmasin, “Tahun ini kami target kontrak baru senilai Rp 16,8 triliun,\" ujarnya.

Adapun nilai kontrak dari masing-masing proyek tersebut, kata dia, senilai Rp117 miliar dari pembangunan jalan raya yang tersebar di berbagai daerah, kantor PDAM di Banjarmasin senilai Rp 40 miliar, dan pembangunan Hotel Pullman di Jakarta senilai Rp 41 miliar. Sementara sisanya, atau senilai Rp 179 miliar berasal dari proyek-proyek lain yang dinilai tidak terlalu besar.

Sektor Properti

Perseroan juga akan mengembangkan usaha di sektor properti. Pengembangan di sektor tersebut antara lain pembangunan hotel dan perkantoran, infrastruktur termasuk proyek monorel, pembangunan pabrik precast (beton). Selain itu juga perseroan akan membangun properti multiguna (mixed used), real estate atau pusat perbelanjaan di Jawa, Bali, Sumatera dan Sulawesi melalui anak usahanya.

Kepala Divisi Properti dan Hotel (DPH) Adhi Karya, Renny Soviahani pernah mengatakan, perseroan akan membangun 4 proyek hotel tahun ini melalui anak usahanya PT Adhi Persada Properti (APP) Divisi Properti dan Hotel (DPH).

Menurut dia, pesatnya perkembangan bisnis perhotelan serta tingginya permintaan penginapan oleh wisatawan menjadikan usaha hotel semakin menggiurkan, “Perkembangan bisnis hotel di Indonesia saat ini sangat menarik seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan pergerakan pelaku bisnis maupun pertumbuhan industri pariwisata,” ungkapnya.

Hingga kuartal pertama tahun ini, perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan usaha mencapai Rp1,36 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp591,62 miliar. Sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp11,52 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp5,46 miliar. (lia)

Related posts