Bukan Hanya BLSM, Pembangunan Infrastruktur Perlu - Oleh: Zurani

BLSM memang lebih ramai dibicarak an. Tetapi ternyata, pengalihan subsidi BBM tidak hanya BLSM. Ada pembangunan infrastruktur juga. Hal ini diungkapkan oleh Djoko Kirmanto, Menteri PU pada acara Sosialisasi Kebijakan Pengurangan Subsidi BBM dan Program Percepatan dan Perlindungan Sosial serata Program Khusus Lainnya di Jakarta pada hari Kamis, 20 Juni 2013 lalu.

Pada kesempatan itu, Pak Menteri sempat menyayangkan kurangnya media mengangkat berita tentang pembangunan infrastruktur.

Belakangan ini ramai sekali pembicaraan tentang pembagian BLSM baik di media mainstream maupun di media sosial. Tidak terkecuali di rubrik media sosial Kompasiana. Banyak kompasianer yang kontra, tetapi tentu saja ada yang pro terhadap pembagian BLSM.

Di antara Kompasianer ada yang mempertanyakan mengapa subsidi BBM tidak dialihkan kepada pembangunan infrastruktur. Misalnya dialihkan pada pembangunan jalan di daerah tertinggal untuk mempermudah akses ekonomi bagi rakyat di daerah tersebut.

BLSM memang lebih ramai dibicarakan. Tetapi ternyata, pengalihan subsidi BBM tidak hanya BLSM. Ada pembangunan infrastruktur juga. Hal ini diungkapkan oleh Djoko Kirmanto, Menteri PU pada acara Sosialisasi Kebijakan Pengurangan Subsidi BBM dan Program Percepatan dan Perlindungan Sosial serata Program Khusus Lainnya di Jakarta pada hari Kamis, 20 Juni 2013 lalu. Pada kesempatan itu, Pak Menteri sempat menyayangkan kurangnya media mengangkat berita tentang pembangunan infrastruktur.

Tercatat ada tiga jenis Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur (P4I) yang termasuk dalam Program Kompensasi Khusus. Ketiga program tersebut adalah:

Pertama, P4 Infrastruktur Permukiman (P4-IP) yang diprioritaskan untuk masyarakat miskin. Program ini bertujuan membangun infrastrukur yang dibutuhkan masyarakat (skala lingkungan) seperti jalan, jembatan, titian perahu, sarana penyediaan air minum, dan jaringan irigasi. Dilakukan melalui pola pemberdayaan masyarakat, di antaranya melalui cash for work atau program padat karya.

Umumnya jenis pembangunan infrastruktur yang dapat dikerjakan adalah penyedian sarana dan prasarana yang tidak memerlukan keahlian dan dukungan teknologi yang kompleks. P4I diperkirakan akan menyerap tenaga kerja konstruksi sekitar 9,6 juta orang per hari dan 7.350 fasilitator masyarakat.

Kedua, P4 Sistem Penyediaan Air Minum (P4-SPAM), bertujuan menyediakan SPAM bagi masyarakat di desa nelayan, daerah rawan air, serta masyarakat miskin di kawasan kumuh perkotaan.

Ketiga, P4 Infrastruktur Sumber Daya Air (P4-ISDA), mencakup pembangunan sarana prsarana penyedia air baku untuk daerah rawan banjir di 27 provinsi, dukungan layanan irigasi dan rawa seluas 140.803 Ha serta pembangunan 111 buah embung untuk daerah perdesaan di 26 provinsi, dan pembangunan 19 km pengaman pantai dan normalisasi sungai di kampung nelayan di 2 provinsi.

Program nomor 2 dan 3 dilaksanakan melalui penyedia jasa kontraktor karena memiliki tingkat kesulitan yang tinggi yang membutuhkan keahlian khusus dan teknologi canggih. Total anggaran untuk ketiga program pembangunan infrastruktur adalah sebesar 7,250 triliun. Jadwal pelaksanaan program adalah September hingga Desember 2013.

Mari sama-sama berharap semoga program pembangunan infrastruktur ini berjalan lancar dan dapat memberi manfaat yang besar kepada masyarakat. (mimbar-opini.com)

Related posts