Antam Kantongi Izin Tambang Emas di Pongkor

NERACA

Jakarta- PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mengaku telah mengantongi persetujuan untuk memperpanjang izin pinjam pakai kawasan hutan untuk komoditas emas di Jawa Barat. Wilayah tersebut tercatat memiliki tingkat produksi sekitar 3 ton per tahun. “ANTAM telah memperoleh perpanjangan ijin pinjam pakai kawasan hutan untuk tambang emas Pongkor sampai dengan tahun 2021.” kata Direktur Utama ANTM, Tato Miraza di Jakarta, Rabu (3/7).

Menurutnya, perpanjangan izin tersebut diperoleh perseroan pada awal Juni 2013. Untuk pengembangan usaha di tahun ini perseroan masih akan fokus pada pengembangan usaha proyek hilir untuk mengoptimalkan komoditas inti yang diproduksi perseroan seperti nikel, emas, dan bauksit.

Dengan langkah tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi para pelaku kepentingan.“Strategi kami untuk berfokus pada ketiga komoditas inti tersebut tidaklah berubah. Untuk komoditas emas, selain berfokus pada pencarian cadangan baru, kami terus menjajaki berbagai kesempatan yang muncul.” jelasnya.

Jumlah cadangan dan sumber daya emas saat ini, kata dia, sebesar 9,4 juta dmt. Sementara cadangan dan sumber daya nikel sebesar 825,3 juta wmt dan bauksit mencapai 473,8 juta wmt. Untuk komoditas emas, saat ini perseroan mengoperasikan tambang emas Pongkor di Jawa Barat dan Cibaliung di Banten, dengan tingkat produksi per tahun sekitar 3 ton. Selain itu, ANTAM juga memiliki 25% PT Nusa Halmahera Minerals yang mengoperasikan tambang emas Gosowong di Maluku Utara.

Pihaknya mencatat, cadangan dan sumber daya emas perseroan hingga akhir tahun lalu berjumlah 9 juta dmt dengan kandungan logam emas 1,6 juta ounces emas. Sementara PT Nusa Halmahera Minerals memiliki cadangan dan sumber daya emas sebesar 9,3 juta dmt dengan kandungan logam emas 3,6 juta ounces.

Sementara dari laporan keuangan per Juni 2013 menyebutkan, penjualan emas yang dicatatkan perseroan hingga Mei 2013 telah mencapai 68% dari target pemasaran selama satu tahun. Sedangkan produksinya telah mencapai 1.089,1 Kg atau 37% dari target produksi 2013, baik dari tambang di Pongkor – Bogor, maupun di Cibaliung – Banteng. Ditargetkan, hingga akhir tahun ini perseroan dapat mencatatkan penjualan emas sebanyak 5.600 Kilogram (Kg) emas.

Untuk jumlah cadangan dan sumber daya nikel perseroan, lanjut dia, mencapai 825,3 juta wmt yang berada di prospek nikel Tanjung Buli, Pulau Pakal, Mornopo, Sangaji, Tapunopaka, Mandiodo, Bahubulu, Lalindu dan Lasolo. Adapun prospek-prospek nikel perseroan berada di Maluku Utara dan Sulawesi Tenggara. Perseroan saat ini mengoperasikan tambang nikel Pomalaa, Tanjung Buli, Pulau Pakal dan Tapunopaka.

Produksinya, hingga Mei 2013 telah mencapai 8.488 ton nikel dalam feronikel (TNi) atau 47% dari target tahun 2013. Sementara untuk volume penjualan feronikel tercatat sebesar 7.028 TNi atau 39% dari target penjualan di 2013. Dalam periode yang sama, pihaknya mencatat produksi bijih nikel mencapai 5.261.005 wmt (wet metric ton) atau 40% dari target tahun 2013. Sementara penjualan bijih nikel mencapai 4.001.501 wmt atau 35% dari target penjualan 2013. (lia)

Related posts