BUMI Janji Bakal Lunasi Utang US$150 Juta

NERACA

Jakarta-PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menegaskan perseroan akan melunasi utang sebesar US$ 150 juta yang akan jatuh tempo pada Agustus 2013. Perseroan juga telah menyiapkan beberapa opsi untuk melakukan refinancing jika hal tersebut dibutuhkan.“Kenapa ragu, kami masih memiliki fundamental yang kuat. Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) BUMI saat ini memungkinkan perseroan untuk membiayai pelunasan utang dan anggaran belanja modal.” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI, Dileep Srivastava, di Jakarta kemarin.

Menurutnya, kerugian yang diderita perusahaan sepanjang tahun 2012 disebabkan anjloknya harga batu bara dunia, di mana terjadi penurunan harga batu dari US$ 92,3 juta per metrik ton menjadi US$ 81,5 per metrik ton.

Karena itu, lanjut dia, pendapatan BUMI pada tahun lalu mengalami penurunan sebesar 5% menjadi US$ 3,8 miliar dari sebelumnya US$ 4 miliar. Selanjutnya, kerugian juga dipicu oleh rugi akumulatif karena transaksi derivatif senilai US$ 344,86 juta dari sebelumnya untung US$ 66,06 juta.

Pada tahun lalu, perseroan juga tidak memperoleh pendapatan dari produksi tambang di Newmont, di mana pada tahun sebelumnya produksi di lokasi tambang tersebut memberikan kontribusi lebih dari US$100 juta dolar. Pada tahun ini, kata dia, perseroan masih akan fokus untuk memenuhi target penjualan batu bara sebesar 74 juta ton, “Sampai dengan akhir semester pertama diperkirakan mencapai 20% atau 38 juta ton dari tahun sebelumnya.” ucapnya.

Namun, sambung dia, pihaknya memperkirakan harga batu bara di tahun ini masih akan tertekan, atau sekitar US$ 70 per metrik ton. Untuk menyiasati kondisi pelemahan batu bara, perseroan pun telah menyiapkan beberapa opsi pembayaran utang antara lain mengkonversikan utang menjadi aset (debt to equity swap), pendanaan dari kas internal, mendapatkan pinjaman dari pihak lain, serta melakukan monetisasi aset.“Fokus kami yang utama mengurangi utang senilai US$150 juta sebagai kewajiban utang yang mahal, dan kami memiliki opsi untuk didiskusikan dengan mereka.” jelasnya.

Terkait isu pecah kongsi dengan induk usahanya di London, Bumi Plc, Dileep pun menegaskan tidak akan mempengaruhi kondisi perseroan. Harga saham BUMI akan kembali menguat seiring membaiknya harga batu bara dan peningkatan kinerja yang dilakukan. “Itu hanya isu salah satu pemegang saham, tidak ada hubungannya dengan Bumi Resources,” tandasnya.

Disebutkan Dileep, dalam Rapat Umum Pemegang Saham, perseroan menyepakati untuk menambah beberapa orang dalam jajaran direksi. “Pada 2012, ada 3 Direktur dan 7 Komisioner. Kini, ada 6 Direktur dan 6 Komisioner. Dua nama baru yang menduduki posisi direktur saat ini yaitu Sri Damayanti yang dulunya menjabat sekretaris perusahaan PT Bakrie & Brothers, dan Edi Sobari yang dulu pernah berada di Bumi hingga Mei 2012. Tapi, sekarang dia masuk lagi,” jelasnya.

Sementara untuk posisi Presiden Direktur dijabat Saptari Hudaya, Kenneth Farrel, Andrew C Beckham, dan Edi Sobari.Sebagai presiden komisaris, Kusumo A Martoredjo dan Suryo Bambang Sulisto sebagai Komisaris Independen. Adapun komisaris lainnnya, yaitu Anton Setianto Soedarsono, Nalinkant A. Rathod, dan Fuad Hasan Mashyur. (lia)

Related posts