Kenaikan Dana Pilgub dan Wagub 2013, Diungkapkan Pemprov Jabar

Selasa, 28/06/2011

NERACA

Bandung – Meskipun Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat masih tersisa dua tahun lagi, namun Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengajukan anggaran senilai kurang lebih Rp 1 triliun. Biaya Pilgub dan Wagub Jawa Barat itu mengalami kenaikan dibanding dengan Pilgub 2008 yang besarnya Rp 650 miliar.

Pemprov. Jabar, telah menyampaikan alasan perihal kenaikan dana Pilgub dan Wagub tahun 2013. Hal tersebut, disampaikan secara resmi oleh Gubernur Jabar, H.Ahmad Heryawan dalam sidang paripurna yang berlangsung pekan ini.

Baca juga: Pusat Hijab dan Kerudung Thamrin City Makin Berkembang

Gubernur, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, kenaikan biaya penyelenggaraan Pilgub dan Wagub tahun 2013 dari tahun 2008, disebabkan karena beberapa faktor. Pertama, adanya perubahan jumlah pemilih. Hal ini dapat dilihat dari jumlah pemilih pada Pilgub dan Wagub tahun 2008 sebanyak 27.972.924 dan pada Pilpres dan Wapres tahun 2009 sebanyak 30.124.261.

Dilatarbelakangi oleh adanya kenyataan tersebut, asumsi kenaikan dana Pilgub dan Wagub Jabar tahun 2009 cukup rasional. Jumlah pemilih berimplikasi kepada jumlah TPS yang harus disediakan sebanyak 68.000 TPS dengan rasio rata-rata per TPS untuk 500 orang pemilih.

Baca juga: Pemprov Sumsel - Pemprov Akan Tindak Tegas Penimbun Kebutuhan Pokok

Alasan kedua, adanya calon perseorangan yang harus diverifikasi secara faktual di lapangan. Sesuai ketentuan, verifikasi faktual terhadap pendukung calon perseorangan dilakukan terhadap seluruh pendukung, bukan sampling sehingga kebutuhan anggaran sangat besar, mengingat jumlah minimal dukungan kepada setiap pasangan calon sebesar 3% dari jumlah penduduk.

Gubernur, menambahkan berdasarkan ketentuan Pasal 122 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Pemda dapat membentuk dana cadangan guna mendanai kegiatan yang penyediaan dananya tidak dapat dibebankan dalam satu tahun anggaran dan ditetapkan dengan Perda.

Baca juga: Pemprov Sumsel - BI Gandeng Pemprov Gencarkan Transaksi Nontunai

Berdasarkan ketentuan tersebut, sebagai tahap awal pembentukkan dana cadangan, direncanakan pada Perubahan APBD Tahun anggaran 2011 yang dialokasikan sebesar Rp.200 miliar.

Seluruh Tahapan

Tentang rincian dana kebutuhan dana dan rencana alokasi, alokasi dana akan diperuntukkan untuk seluruh tahapan Pilgub dan Wagub, yang akan dimulai dari Oktober 2012 sampai dengan dilantiknya Gubernur dan Wagub Jabar pada 13 Juni 2013.

Jumlah anggaran yang dibutuhkan terdiri dari empat komponen yaitu untuk penyelenggaraan Pilgub dan Wagub oleh KPU, pengawasan penyelenggaraan Pilgub dan Wagub oleh Panwaslu Provinsi yang dibentuk oleh Bawaslu, Desk Pilkada dan Instansi vertikal.

Baca juga: Pemprov Jabar - Jabar Siapkan Rp10 Miliar untuk OPM Depok

Komponen kesatu, untuk penyelenggaraan Pilgub dan Wagub putaran 1 yaitu sebesar Rp.649.908.555.767,-. Sedangkan untuk putaran II sebesar Rp.327.971.635.374,- sehingga total yang dibutuhkan adalah sebesar Rp.977.880.191.141,-.

Komponen kedua, dipergunakan untuk pengawasan penyelenggaraan Pilgub dan Wagub yaitu sebesar Rp.125.miliar,-. Komponen ketiga, dipergunakan untuk Desk Pilkada yang dibentuk berdasarkan Permendagri Nomor 9 Tahun 2005 untuk mengambil langkah-langkah dan antisipasi mengenai keadaan penyelenggaraan pemerintahan, kondisi sosial politik dan keamanan serta memberikan fasilitasi pada tahap pelaksanaan Pilgub dan Wagub.

Baca juga: Pemprov Sumsel - Bulog Sumsel Serap 69 Ribu Ton Beras