Musim Dividen Belum Menggairahkan Penguatan IHSG - Wintermar Bagikan Dividen US$ 3,9 Juta

NERACA

Jakarta – Seiring dengan positifnya laporan keuangan emiten tahun 2012, makin marak pula emiten yang membagikan dividen tahun ini. Namun ironisnya, kondisi ini belum mengangkat tren penguatan indeks BEI. Sebaliknya, indeks BEI Kamis kemarin ditutup melemah ke level 4.600. Padahal sebelumnya, banyak emiten bagikan dividen dan salah satunya, PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) yang akan membagikan dividen kas dan dividen saham sejumlah US$3,937 juta atau 19,5% dari laba bersih perseroan 2012 sebesar US$20,2 juta.

Managing Director PT Wintermar Offshore Marine, Sugiman Layanto mengatakan, perusahaan akan membagikan sejumlah US$3,149 juta sebagai dividen saham pada rasio 2 saham baru untuk setiap 125 saham yang di milki pemegang saham,”Perusahaan juga mengumumkan dividen kas sebesar Rp2,16 per saham uang akan digunakan untuk melunasi utang pajak pemegang saham apabila ada. Jadwal waktunya sesuai ketentuan yang berlaku,”ujarnya di Jakarta, Kamis (20/6).

Menurutnya, pembagian dividen melalui dividen sajam pada tahun ini untuk mempertahankan kebijakan perusahaan untuk mendistribusikan sampai dengan 20% dari laba setiap tahun kepada pemegang saham.

Sementara sebagian laba bersih juga untuk cadangan sebesar US$100 ribu. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung pengembangan dan ekspansi perseroan. Hal yang sama juga dilakukan, PT Modern Internasional Tbk (MDRN) yang juga membagikan dividen sebesar Rp8,31 miliar atau 14,95% dari laba bersih tahun buku 2012, “Tadi pembagian dividen sebesar 14,95% dari laba bersih 2012,\" Direktur Keuangan PT Modern Internasional Tbk, Donny Susanto.

Selain pembagian dividen, kata Donny, para pemegang saham juga menyepakati sebagian laba bersih dialokasikan sebagai laba ditahan, guna memperkuat permodalan PT Modern Internasional Tbk. Sisanya, sekitar Rp47 miliar diperuntukan untuk menjadi laba ditahan.

Asal tahu saja, tahun ini kinerja emiten Indonesia jelas lebih bersinar dibanding banyak emiten negara-negara maju yang labanya hanya tumbuh 1-5%, bahkan ada yang turun. Ini didukung pertumbuhan ekonomi RI yang diproyeksikan masih di atas 6%. Emiten Indonesia juga semakin baik dan transparan dalam membagikan dividen.

Total Dividen

Tercatat setidaknya ada 69 emiten telah mengumumkan pembagian dividen tahun buku 2012, dengan total nilai mencapai Rp 64,1 triliun. Ini berarti mencapai 41% dari laba bersih tahun lalu, sekitar Rp 156,7 triliun. Pembagian dividen itu tidak akan mengganggu ekspansi usaha, mengingat emiten tentunya telah memperhitungkan kebutuhan dananya.

Hal ini justru menjadi sinyal positif kinerja keuangan perusahaan dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap saham perseroan. Perbaikan pembagian dividen ini juga memicu pembelian saham secara masif, sehingga hal itu mendorong penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG). Pelaku pasar akan memburu saham emiten yang membagikan dividen, selain mengejar potensi keuntungan lain seperti capital gain (selisih harga jual dan beli).

Oleh karena itu, indeks BEI diyakini tetap bertahan di atas level psikologis 5.000 hingga berakhirnya musim dividen. Sebagai informasi, sejak awal tahun ini, indeks dalam negeri sering mencetak rekor baru. Kenaikan IHSG mencapai 17,91% disbanding awal Januari lalu. Kenaikan ini jauh lebih tinggi dari indeks bursa Singapura, Malaysia, dan India yang masing-masing 8,67%, 5,57%, dan 4,17%. Sedangkan indeks bursa saham Tiongkok justru merosot 1,95%. Saat ini, investor dunia telah menjadikan Indonesia sebagai tujuan utama investasi. Bahkan, jika sebe lumnya tujuan paling favorit adalah Tiongkok dan India, Indonesia mulai dinomorsatukan. (bani)

Related posts