Pasca Spin Off, Miratel Rencanakan Go Public

NERACA

Jakarta— Guna meningkatkan ekspansi bisnis usaha, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) berencana melakukan pemisahan usaha (spin off) PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) pada tahun ini.

Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengatakan, rencana spin off anak usaha dilakukan karena perseroan tengah fokus melakukan penataan portofolio infrastruktur, “Vechicle yang kita gunakan adalah Mitratel. Kita di Mitratel sudah membuat Telkom Acces, kita juga membuat Telkom manage service dan kemungkinan kita juga akan buat tower,”katanya di Jakarta, Selasa (18/6).

Nantinya, setelah spin off, selanjutnya akan mengkaji rencana penjajakan mitra strategis (strategic partnership) dan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO). \"Mana yang paling memberikan kepastian dan memberikan nilai yang tinggi, maka itu yang sedang kita timbang. Memang, banyak yang minat lihat saja public company di BEI,\" tuturnya.

Arief mengungkapkan, saat ini ada empat perusahaan menara telekomunikasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), antara lain PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Tower Bersama Infrastruktur (TBIG), PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), dan PT Solusi Tunas Prama Tbk (SUPR).

Selain itu, rencana tersebut dilakukan menyusul adanya peraturan Kementerian Komunikasi dan Informasi di mana menara telekomunikasi dapat digunakan oleh perusahaan telekomunikasi lain pada 2015 mendatang.

Oleh karena itu, nature bisnisnya harus di share. Umumnya di seluruh dunia bisa di cek bahwa perusahaan tower itu adalah perusahaan yang independen. Artinya tidak terkait dengan salah satu perusahaan telekomunikasi dan yang kedua harus public listed company.

Sebagai informasi, saat ini Mitratel memiliki aset berkisar Rp2-3 triliun. Tak ayal, banyak perusahaan berminat untuk mengakuisisi. Dimana dari empat perusahaan tersebut, di antaranya tiga perusahaan publik dan satu perusahaan nonpublik.

Selain itu, Telkom juga akan menggenjot pendapatan dari bisnis di luar negeri. Salah satunya Telkom akan membidik bisnis di Australia. Rencananya, perseroan akan masuk ke jasa penyedia layanan outsourcing untuk berbagai sektor.

Hingga saat ini, Telkom sudah masuk ke empat negara. Namun pihaknya akan memperluas ekspansinya ke beberapa negara seperti Timor Leste, Hongkong dan Malaysia. Dari target pendapatan sebesar Rp 80 triliun tahun 2013, diproyeksikan 4% disumpang dari luar negeri. Bahkan ditargetkan hingga akhir 2015 pendapatan dari luar negeri bisa tembus 10%. (bani)

BERITA TERKAIT

Menpar Minta Media Promosikan RI Aman Pasca Teror

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan masih banyak destinasi wisata menarik di Indonesia yang bisa didatangi turis mancanegara pasca terjadinya serangan…

ADHI Pacu Bisnis TOD Sepanjang Proyek LRT - Spin Off Adhi Commuter Property

NERACA Jakarta – Memanfaatkan potensi bisnis sepanjang pembangunan proyek light rail transit (LRT), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) sebagai…

Ketum Iperindo Ingin Industri Maritim RI Kuat dan Berdaulat - Pasca Rapat Umum Anggota 2018

Ketum Iperindo Ingin Industri Maritim RI Kuat dan Berdaulat Pasca Rapat Umum Anggota 2018 NERACA Jakarta - Pertarungan untuk memperebutkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

GMF Bukukan Laba Bersih US$ 7,4 Juta

Pada kuartal pertama 2018, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) membukukan pendapatan operasional senilai US$115,9 juta. Perolehan tersebut…

Investor di Bali Targetkan Tumbuh Merata

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Denpasar menyasar pertumbuhan merata jumlah investor saham di Bali untuk mendorong tingkat literasi dan inklusi…

Sepekan Nilai Kapitalisasi Pasar Turun 2,68%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan kemarin mengalami koreksi 2,91% menjadi 5.783,31 poin dari 5.956,83 poin…