Acset Indonusa Klaim Kelebihan Permintaan

PT Acset Indonusa Tbk mengklaim mengalami kelebihan permintaan (oversubcribed) sekitar 6 kali dalam penawaran saham perdana, “Dalam masa penawaran, saham Acset mengalami kelebihan permintaan sekitar 6x. Penawaran antara lain 87% dari institusi dan 13% dari ritel,”kata Sekretaris Perusahaan PT Acset Indonusa Tbk, Any Setyowati di Jakarta kemarin.

PT Acset Indonusa Tbk menetapkan harga perdana saham Rp2.500 per saham. Perseroan melepas sebanyak-banyaknya 150 juta saham atau 30% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh Perseroan dengan nilai nominal Rp100 dalam rangka penawaran perdana saham.

Penawaran perdana saham sebanyak 150 juta saham tersebut antara lain 100 juta saham merupakan saham baru, dan 50 juta saham biasa dengan masing-masing atas nama milik PT Loka Cipta Kreasi sebesar 25 juta saham dan PT Cross Plus Indonesia sebesar 25 juta saham sebagai pemegang saham.

Selain itu, perseroan melakukan program employee stock allocation (ESA) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 10% atau 15 juta saham dari jumlah saham yang ditawarkan. Sebelumnya harga saham yang ditawarkan di kisaran Rp2.200-Rp2.750 per saham.

Dana hasil penawaran perdana saham akan digunakan antara lain untuk modal kerja sekitar 50%, sekitar 37,50% untuk pembayaran sebagian utang kepada PT Bank International Indonesia Tbk (BII), dan sekitar 12,50% untuk belanja modal. Dalam penawaran perdana saham ini, perseroan telah menunjuk PT Kim Eng Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek. (bani)

Related posts