Chandra Asri Bangun Pabrik Karet Sintetis

Perusahaan kimia, PT Chandra Asri Tbk (TPIA) melalui anak usahanya PT Petrokimia Butadiene Indonesia menggandeng Compagnie Financiere Groupe Michelin untuk membangun pabrik karet sintetis senilai Rp4,1 triliun atau US$435 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (17/6).

Disebutkan, porsi kepemilikan Michelin 55 % dan sisanya dimiliki anak usaha Chandra Asri. Pabrik yang masih menunggu keputusan final ini akan mulai dibangun awal 2015 dengan penyelesaian dan start-up pada awal 2017.

Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra mengatakan, pabrik karet sintetis dari usaha patungan ini akan menjadi yang pertama di Indonesia. Sebagai informasi, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk pernah menyatakan pabrik butadin di Cilegon, Banten, dapat beroperasi pada kuartal ketiga tahun ini dengan target produksi mencapai 100 ribu meterik ton.

Perseroan menganggarkan dana keseluruhan untuk pembuatan pabrik butadin dengan luas empat hektar sebesar US$150 juta, dan di tahun ini TPIA mengucurkan sisa dana investasi sebesar US$70 juta.

Butadin ini merupakan produk baru dan diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap pendapatan hingga akhir tahun. Butadin merupakan bahan baku pembuat karet sintetis yang selama ini belum bisa diproduksi di dalam negeri. Lanjutnya, dengan adanya pabrik ini diharapkan perseroan dapat mencetak laba dibandingkan tahun lalu yang mengalami kerugian. (bani)

BERITA TERKAIT

Pabrik Terintegrasi Bikin Harga Jual Mobil Wuling Lebih Terjangkau

PT SAIC General Motors Wuling (SGMW) Indonesia atau Wuling Motors memiliki pabrik seluas 60 hektar yang terintegrasi dengan supplier parts…

XL Donasi Kuota Data Hingga Bangun Jembatan - Ramadan Berbagi Berkah

Memanfaatkan momentum Ramadan, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali menggelarprogram sosial bagi masyarakat di berbagai daerah. Awal Mei 2018…

Konsorsium Pengembang Bangun Cagar Budaya di Kawasan Menteng

Konsorsium Pengembang Bangun Cagar Budaya di Kawasan Menteng  NERACA Jakarta - PT Bangun Inti Artha, konsorsium pengembang Pikko Group dengan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

GMF Bukukan Laba Bersih US$ 7,4 Juta

Pada kuartal pertama 2018, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) membukukan pendapatan operasional senilai US$115,9 juta. Perolehan tersebut…

Investor di Bali Targetkan Tumbuh Merata

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Denpasar menyasar pertumbuhan merata jumlah investor saham di Bali untuk mendorong tingkat literasi dan inklusi…

Sepekan Nilai Kapitalisasi Pasar Turun 2,68%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan kemarin mengalami koreksi 2,91% menjadi 5.783,31 poin dari 5.956,83 poin…