Trimegah Bidik Penjaminan Emisi Rp 1,8 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) membidik penjaminan emisi sebesar Rp1,8 triliun jauh lebih besar 80% dari tahun sebelumnya. Dana ini untuk menangani enam penerbitan obligasi perseroan. “Ada dua perusahaan, satu dari sektor konstruksi dan satunya lagi dari pertambangan. Paling besar dari pertambangan, bisa 20-30%, mungkin kuartal ketiga atau keempat,”kata Direktur Utama PT Trimegah Securities Tbk, Stephanus Turangan di Jakarta, Selasa (11/6).

Saat ini perseroan telah menerbitkan obligasi dengan nilai Rp 750 miliar, yakni Intiland Rp 500 miliar dan Toyota Astra Finance Rp 250 miliar. Nantinya, dari penjamin emisi diharapkan dapat berkontribusi ke pendapatan perseroan sebesar 10%. Namun masih ada satu lagi CMNP tapi masih ditunda dan ada satu right issue di sektor manufakturing bidang otomotif.

Selain itu, perseroan juga berencana untuk memperluas jaringan melalui pembukaan kantor-kantor cabang kecil atau kios. Selain itu, pihaknya juga akan semakin mengaktifkan cross selling antara perseroan dengan entitas anak.

Disisi lain, perseroan telah mencatat pendapatan usaha TRIM per Maret 2013 sebesar Rp 43,13 miliar, naik 13,15% dari Rp 38,58 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk laba komprehensif, kuartal 1 2013 sebesar Rp 5,74 miliar dari Rp 323,33 juta.

Tahun ini, perseroan menargetkan rata-rata volume transaksi per hari sebesar Rp200 miliar. Perseroan mengenakan fee beli dan fee jual masing - masing 0,18% dan 0,25%. Sementara hingga April lalu, manajemen mampu melayani rata - rata nilai volume transaksi sebesar Rp 2,53 triliun, naik 38% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 1,83 triliun. Hal itu, menggambarkan rata - rata nilai volume transaksi Rp 115 miliar per harinya.

Terkait indeks BEI melemah sekitar 3,5% pada Selasa (11/6), manajemen PT Trimegah Securities Tbk optimistis, rata-rata volume transaksi harian capai Rp200 miliar per hari. \"Yah bagus, indeks naik turun sesuai prediksi. Terpenting volalitas transaksi,,\" kata Stephanus.

Menurutnya, jika IHSG mengalami kenaikan terus menerus di sepanjang hari, maka hal tersebut dalam memberikan faktor negatif bagi saham. Karena itu, indeks naik turun itu bagus dan perusahaan tidak berdampak terhadap penurunan indeks ini.

Sebagai informasi, tahun lalu Trimegah sudah menangani obligasi dengan jumlah Rp1,019 triliun. Kemudian hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) memutuskan tahun ini tidak membagikan dividen karena laba tahun lalu tergerus sebesar Rp 126,6 miliar. (nurul)

Related posts