Electronic City Targetkan Penjualan Tumbuh 50% - Bangun 30 Gerai

NERACA

Jakarta- PT Electronic City Indonesia Tbk, peritel modern barang-barang elektronik menargetkan penjualan tumbuh diatas 50%. Maka untuk mendongkrak penjualan, perseroan menambah 30 toko dari yang sudah dibuka 13 toko.

Direktur Utama Electronic City, Ingrid Pribadi mengatakan, tahun ini optimis penjualan bisa tumbuh diatas 50% karena ekspansi yang dilakukan perseroan dengan menambah 30 toko, “Pada tahun ini kita menganggarkan dana belanja modal sebesar Rp800 miliar dan itu karena kita banyak ekspansi di tahun ini. Kita rencanakan tahun ini bangun 30 toko,”katanya di Jakarta kemarin.

Menurutnya, dengan penambahan sejumlah toko baru pada tahun ini, diyakini target tersebut bisa terealiasasi. Pada tahun lalu, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan penjualan sebesar Rp1,43 triliun dengan perolehan laba bersih Rp125 miliar, atau setara dengan margin pendapatan bersih sebesar 8,7%. “Dengan growth penjualan 50%, kita harapkan dapat meraih pertumbuhan income di level 9-10%,” ucapnya.

Saat ini, perseroan telah membuka sebanyak 13 toko baru yang antara lain berada di dalam mall, ruko, dan stand alone seperti bintaro dan SCBD. Sementara pada tahun lalu, perseroan tercatat telah memiliki 23 toko sehingga sampai dengan Mei 2013, toko Electronic City sebanyak 36 toko.

Saham Perdana

Sementara untuk harga saham perdana, perseroan menawarkan harga sebesar Rp4.050-Rp5.400. Dimana saham yang di lepas sebanyak 333,33 juta saham ke publik atau sebanyak-banyaknya 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp100.

Kata Direktur PT Danareksa Sekuritas, Iman Hilmansah selaku penjamin pelaksana emisi efek perseroan, dengan kisaran harga tersebut, penawaran saham perdana perseroan dinilai akan mendapatkan respon positif di pasar. “Harga IPO di kisaran Rp4.050-Rp5.400 per saham. Kita optimis bahwa PER kompetitif dengan industri. Kalau rata-rata industri 16-17 kali, kita tawarkan di kisaran 12-17 kali,” ujarnya.

Disebutkan, perseroan juga akan melaksanakan program Employee Stock Allocation (ESA) sebanyak-banyaknya 2% dari jumlah penerbitan saham yang ditawarkan. Perseroan juga menawarkan saham untuk MSOP, sebanyak-banyaknya sebesar 1%.

Jadwal masa penawaran awal saham perdana, kata dia, dilakukan pada 5-14 Juni 2013, tanggal efektif 21 Juni 2013, masa penawaran pada 25-27 Juni 2013, penjatahan pada 1 Juli 2013, dan distribusi pada 2 Juli 2013. Adapun pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 3 Juli 2013.

Rencananya, dana yang diperoleh dari hasil penawaran perdana saham ini antara lain akan digunakan untuk melunasi pinjaman sekitar 10% kepada Bank CIMB Niaga dan Bank Victoria. Selain itu, perseroan juga akan menggunakan dana hasil penawaran perdana saham untuk pengembangan toko perseroan termasuk akuisisi lahan sekitar 85%, sedang sisanya digunakan untuk modal kerja.

Terkait kinerja perseroan di 2012, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp125 miliar dari periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp25,20 miliar. Pendapatan perseroan menjadi Rp1,43 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,16 triliun. Liabilitas perseroan pada tahun lalu mencapai Rp242,97 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp207,66 miliar. Aset perseroan menjadi Rp468,63 miliar dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp255,61 miliar. Sedangkan kas dan setara kas perseroan tercatat mengalami penurunan menjadi Rp86,15 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp94,28 miliar. (lia)

Related posts