Pemegang Saham Jual 407,9 Juta Saham Muamalat - Tingkatkan Saham Publik

NERACA

Jakarta – Dalam rangka meningkatkan kepemilikan saham publik melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO), pemegang saham PT Bank Muamalat Tbk menjual saham seri B Bank Muamalat sebanyak 407,09 juta saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (4/6).

Disebutkan, penjualan saham Bank Muamalat itu dilakukan oleh H Abd Rohim yang menjual 275 juta saham Bank Muamalat dan Ir M Rizal Ismael menjual 132,09 juta saham dengan nilai nominal Rp100. Pemegang saham menjual saham tersebut agar kepemilikan saham yang dimiliki oleh masyarakat meningkat.

Sebelumnya H Abd Rohim memiliki 3,72% saham dan M Rizal Ismael memiliki 3,23% saham Bank Muamalat. Setelah penjualan saham tersebut, kepemilikan saham Bank Muamalat oleh H Abd Rohim menjadi 0% dan M Rizal Ismael sebesar 1%. Dalam rangka penjualan saham ini, PT Bahana Securities dan PT CIMB Securities Indonesia ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Penjamin pelaksana emisi efek dan para penjamin emisi efek menjamin dengan kesanggupan penuh terhadap penawaran saham perseroan. Jadwal sementara penjualan saham Bank Muamalat ini antara lain masa penawaran awal pada 5-17 Juni 2013, perkiraan tanggal efektif pada 25 Juni 2013, penentuan daftar pemegang saham yang berhak didahulukan dalam penjatahan pada 26 Juni 2013, masa penawaran pada 27,28 Juni dan 1 Juli 2013, penjatahan pada 3 Juli 2013, distrubusi saham, pengembalian uang pemesanan dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 Juli 2013.

Asal tahu saja, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk tawarkan harga saham perdana atau initial public offering (IPO) di kisaran harga Rp550-Rp975 per saham. Sementara saham yang dilepas sebanyak-banyaknya 3,25 miliar saham dengan nilai nominal Rp100. Perseroan menargetkan total dana perolehan dari pelepasan saham tersebut sekitar Rp1,78 triliun-Rp3,16 triliun. Nantinya, hasil dana penawaran saham perdana yang akan digunakan untuk pembiayaan syariah.

Disamping itu, Muamalat juga mendapatkan peringkat A+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Pefindo menilai outlook Bank Muamalat saat ini ada di kisaran stabil. Tidak hanya itu, Pefindo juga memberi peringkat idA kepada dua sukuk perseroan, yaitu sukuk subornasi tahap I sebesar Rp800 miliar dan tahap II senilai Rp700 miliar. Adapun masa berlaku rating ini dimulai pada 8 Mei 2013 hingga 1 April 2014 mendatang. Rating yang diperoleh tersebut merefleksikan kuatnya dukungan dari para pemegang saham perseroan.

Selain itu tingginya potensi pertumbuhan segmen perbankan syariah dan kuatnya posisi perseroan juga menjadi dasar atas penyematan rating tersebut. Namun rating ini dibatasi oleh bunga kredit perbankan yang tinggi dan operasional bank untuk meningkatkan sistem IT dan penambahan outlet perseroan yang membutuhkan biaya tidak sedikit. (bani)

Related posts