Lion Metal Targetkan Produksi Baja 28 Ribu Ton - Bangun Pabrik Senilai Rp 60 Miliar

NERACA

Jakarta- PT Lion Metal Works Tbk (LION) menargetkan dapat menyelesaikan pembangunan pabrik baru di wilayah Purwakarta pada akhir tahun 2013. Dengan beroperasinya pabrik baru tersebut ditaksir dapat menyumbang produksi baja hingga 40%. “Produksi baja pada 2012 mencapai 18 ribu ton. Kontribusi pabrik ini baru akan dirasakan tahun depan dengan perkiraan produksi baja sebesar 10 ribu ton. Maka ditambah 18 ribu ton menjadi 28 ribu ton,” kata Direktur Utama Lion Metal Works, Cheng Yong Kim di Jakarta, Selasa (5/6).

Menurutnya, untuk pembangunan pabrik baru ini perseroan menginvestasikan dana sebesar Rp60 miliar. Dana tersebut bersumber dari kas internal perseroan, tanpa pinjaman perbankan. Pembangunannya sendiri, kata dia, dimulai pada semester pertama tahun ini sehingga pada akhir tahun 2013 ditargetkan bisa selesai. “Luas pabrik sekitar tiga hektar. Saat ini kita sedang menyelesaikan perizinan, diperkirakan selesai bulan ini dan kita mulai bangun pabrik baru,” jelasnya.

Disebutkan Kim, untuk mendukung kinerja perseroan tahun ini, Lion Metal Works menganggarkan dana sebesar Rp60 miliar yang berasal dari kas internal perseroan. Hingga kuartal pertama tahun ini perseroan telah menyerap anggaran belanja modal atau capital expendirute (capex) sebesar Rp6 miliar.

Bangun Pabrik

Penggunaan dana tersebut, lanjut dia, digunakan perseroan untuk pembelian mesin produksi baja guna mendukung pabrik yang akan dibangun perseroan di Purwakarta tersebut. “Mesin kita datangkan dari luar negeri, seperti Taiwan, Jerman dan China. Mesin-mesin ini untuk pabrik baru kita yang akan segera dibangun,” ucapny

Dalam Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), kata dia, perseroan menyetujui pembagian keuntungan dalam bentuk dividen kepada pemegang saham dengan jumlah cukup signifikan sebesar Rp400 per lembar saham. Hal ini sejalan dengan prestasi perseroan yang tercermin dari pencapaian laba tahun buku 2012 yang tercatat sebesar Rp85,37 miliar.

Dengan pencapaian laba bersih tahun buku 2012, total dividen tunai yang dibayarkan setara dengan 24,36 persen dari laba tahun buku 2012. Perseroan berencana akan melakukan pembagian dividen pada tanggal 25 Juli 2013 mendatang. “Pembagian dividen tunai sebesar Rp400 per lembar saham atau seluruhnya sebesar Rp20,8 miliar,”ucapnya.

Sebagai informasi, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito pernah menyatakan, minat perusahaan go public tidak terpengaruh di tengah maraknya aksi jual investor asing. Bahkan BEI optimis ada 20 perusahaan yang melakukan IPO di semester pertama 2013,\\\"Kami optimis tren itu akan tercapai, ada beberapa perusahaan yang IPO lagi pada Juni mendatang,\\\" katanya.

Tahun ini, BEI menargetkan akan ada 30 perusahaan yang mencatatkan perdana sahamnya di BEI. Namun, BEI masih memberi kebebasan besaran saham kepemilikan yang dilepas perusahaan tersebut. Hingga saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang sedang melakukan proses menuju IPO di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari awal tahun 2013 hingga saat ini, sudah ada 10 perusahaan yang sudah mencatatkan perdana sahamnya di BEI. Seperti, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM), PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL), PT Sarana Mediatama Metropolitan Tbk (SAME),PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) dan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT), PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU), dan PT Mitra Pinashika Mustika Tbk (MPMX). (lia)

Related posts