Saratoga Tambah 66,90 Juta Saham Mitra Pinasthika

NERACA

Jakarta- PT Saratoga Investama Sedaya Tbk meningkatkan kepemilikan sahamnya pada PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) dengan membeli sebanyak 66,90 juta lembar saham. Perseroan dikabarkan mengeluarkan kocek sebesar Rp99,66 miliar untuk melakukan pembelian atas saham tersebut.

“Saham-saham tersebut dibeli pada 29 Mei 2013 dengan harga pasar saat itu, yaitu Rp1.400-Rp1.500 per sahamnya.” kata Direktur PT Saratoga Investama Sedaya, Husni Heron dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (4/6).

Seperti diketahui, pemegang saham PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) setelah penawaran perdana saham, konversi MCN, dan stock option dengan pembelian saham oleh Saratoga dari pemegang saham sebelumnya antara lain PT Nugraha Eka Kencana 14,4%, PT Saratoga Investama Sedaya sebesar 31,1%, Morninglight Investment Sarl sebesar 15,3%, PT Asetama Capital sebesar 1%, dan publik sebesar 21,7%.

Sebagai salah satu pemilik saham, Presiden Direktur PT Saratoga Investama Sedaya, Sandiaga Uno sebelumnya menyatakan minatnya untuk menambah kepemilikan sahamnya pada MPMX. Hal tersebut menjadi bagian dalam agenda bisnis perseroan dalam rencana pelaksanaan IPO Saratoga yang ditaksir dapat mengantongi dana senilai Rp1,8-Rp2,3 triliun dengan melepas 271-430 juta lembar saham.

Disebutkan, Saratoga akan menggunakan dana tersebut untuk membiayai pembelian saham tambahan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk yang dimiliki PT Rasi Unggul Bestari. Selain itu, juga akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada Lintas Marga Sedaya melalui salah satu perusahaan yang dikelola perusahaan, PT Bhaskara Utama Sedaya. Pinjaman yang diberikan adalah sekitar US$8,3 juta dolar AS dan akan diberikan pada kuartal ketiga tahun ini. Termasuk untuk pelunasan utang entitas anak PT Saratoga Sentra Business sebesar US$ 50 juta dolar.

Perseroan juga akan menggunakan dana tersebut sebagai fasilitas pinjaman dari Bank Standard Chartered akan jatuh tempo pada Januari 2014. Utamanya, yaitu untuk meningkatkan nilai investasi dari tiga sektor utama perseroan, yaitu produk dan jasa konsumen, sumber daya alam, dan infrastruktur. Langkah ini dinilai sejalan dengan komitmen perseroan yang fokus memacu pertumbuhan investasi secara organik dan anorganik. Termasuk melakukan peningkatan dalam segi operasional untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan. (lia)

Related posts