Dapatkan Penghasilan Tambahan Dengan MLM - Bukan Money Game

Money game yang semakin lihai menyerupai MLM membuat MLM terlihat buruk di mata sebagian masyarakat. Untuk itu peranan Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) adalah memastikan perusahaan yang menjadi anggotanya bukanlah perusahaan money game.

NERACA

“Orang-orang terkaya di dunia mencari dan membangun jaringan. Orang-orang yang lain mencari pekerjaan.”- Robert Kiyosaki

Direct Selling(DS) atau yang kini memiliki istilah kerenNetwork Marketingterbukti mampu memberikan penghasilan tambahan kepada siapa saja. Dengan populasi yang besar dari 237 juta jiwa, Indonesia merupakan pasar yang menguntungkan bagi pelaku penjualan langsung.Terlepas dari target potensi pasar yang besar, jumlah besar penduduk di Indonesia juga berfungsi sebagai tenaga penjualan prospektif.

Berdasarkan data dari yang dikeluarkan Asosiasi Penjual Langsung Indonesia (APLI), dalam lima tahun terakhir pangsa pasar bisnisdirect sellingmeningkat secara signifikan. Jika pada 2001 total pasar bisnis ini baru Rp2,9 triliun, tahun 2005 total pasarnya meningkat dua kali lipat lebih, yaitu sebesar Rp6,9 triliun.

Lantas apa itu penjualan langsung?Penjualan langsung(direct selling)adalah proses pemasaran produk secara langsung kepada konsumen biasanya di rumah mereka atau rumah orang lain, di tempat kerja mereka dan tempat-tempat lain di luar lokasi-lokasi permanen pengecer, biasanya melalui penjelasan atau peragaan produk-produk oleh seorang penjual langsung.

Seperti diketahui, dalam dunia penjualan langsung, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional, terdapat 3 sistem yang telah berjalan sangat lama, yaitu sistem konvensional atauSingle Level Marketing, sistemLimited Leveldan sistemMulti Level Marketing(MLM)

Advokat APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia), Ina Herawati Rachman SH MH menuturkan bahwa Indonesia adalah pasar yang luar biasa untuk DS, MLM, dan bisnis jaringan. Selain itu,Indonesia adalah pasar yang unik dimana masyarakat kini senang untuk melakukan bisnis baik secara konvensional maupun online.

“Kita dapat melihat bahwa dalam pertumbuhan online store sangat marak sekali di Indonesia dengan menjual barang berbagai lini produk, mulai dari kecantikan, gaya hidup, nutrisi sampai jasa travel. Sistem yang digunakna juga berbagai macam, tidak hanya dengan penjualan online namun juga ada yang menjualnya dengan sistem konsinyasi dan juga multi level marketing,” ujar dia.

Namun bagi sebagian orang, MLM/DS di Indonesia masih kerap di pandang sebagai bisnis money game atau bisnis ilegal. Hal ini disebabkan lantaran banyaknya aksi penipuan dengan bisnis berkedok investasi yang juga mengadopsi sistem bisnis MLM/DS. Akibatnya banyak masyarakat yang tidak memahami terjebak pada bisnis yang menjanjikan serta mengiming-imingi dengan bonus besar jika merekrut member baru, atau bahkan ada yang menjanjikan tanpa bekerja merekrut member, hanya duduk santai dapat bonus besar(money game).

“Inilah yang kemudian menjadikan MLM terlihat buruk di mata sebagian masyarakat,” imbuh Ina.

Padahal, di negeri barat yang tengah dilanda krisis keuangan tersebut, MLM diakui sebagai salah satu roda penggerak perekonomian. Bahkan, penulis Robert T. Kiyosaki yang terkenal dalam bukunya yang berjudul Poor Dad, Rich Dad, mengakui bahwa MLM bisa memberikan kemakmuran bagi anggotanya. Tak ayal pengusaha kondang AS sekaliber Donald Trump pun akhirnya terjun ke bisnis MLM, tanda bahwa usaha ini sangat menjanjikan.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 32/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Perdagangan Dengan Sistem Penjualan Langsung (Permendag 32/2008), diterangkan mengenai keberadaan sebuah perusahaan MLM yang sah di Indonesia. Antara lain adalah harus mengantongi Surat Ijin Penjualan Langsung (SIUPL). Selain itu, perusahaan MLM harus memiliki alur distribusi produk yang jelas dari perusahaan sampai dengan konsumen akhir.

“MLM tidak sama denganMoney game. Ciri-ciri perusahaanmoney gameadalah produk yang ditawarkan fiktif sehingga tidak bisa digunakan oleh investor. Selain itu, perusahaan cepat untung dan cepat tutup.Biasanya dari sisi legalitas tidak ada.Perusahaanmoney gameitu tidak mendapatkan izin dariBadan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),” ujar dia.

Beberapa kasus penipuan bisnis berkedok investasi yang berembel-embel MLM dengan skema ponzi atau semacamnya adalahkasus PT Qurnia Subur Alam Raya (QSAR). Dengan menawarkan keuntungan 7%-10% per bulan dari investasi di bidang perkebunan, ketika itu QSAR menggondol uang investor hingga Rp 467 miliar.

Kemudian kasus Pohon Mas. Investasi ini menawarkan investasi melalui jual beli emas. Wahana Bersama Globalindo (WBG) yang menawarkan produk investasi Dressel Investment Ltd dengan iming-iming keuntungan 24%-28% per tahun dan Langit biru yang belum lama ini menggondol uang investor hingga triliunan rupiah.

Related posts