Amankan Harga, KKGI Bakal Buyback Saham

NERACA

Jakarta – Mewaspadai anjloknya harga saham disektor tambang seiring belum pulihnya bisnis sektor tambang, menjadi alasan PT Resources Alam Indonesia Tbk (KKGI) untuk merencanakan pembelian kembali saham (buyback) sebanyak 33% sahamnya.

Kata Chief Financial Officer (CFO) Resources Alam, Agoes Soegiarto mengatakan, buy back saham dilakukan untuk menjaga harga saham perseroan, “Kami berancana merealisasikan buyback saham di pasar sebanyak 33% dari rencana buyback sebesar Rp200 miliar,\"ujarnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, dengan buy back sahamdiharapkan mampu mendapat harga yang selayaknya. Tercatat tanggal 2 Januari 2012 hingga 15 Oktober 2012 sudah jatuh hampir 60%.

Dia menuturkan, harga ini termasuk terendah di antara emiten industri yang serupa dan ini tidak sesuai dengan performa kinerja fundamental yang sesungguhnya.

Diringa menyampaikan, perseroan belum mau menyebutkan di harga berapa saham akan di buy back, serta kapan akan melakukan buy back saham kembali, tapi yang pasti perseroan siap melakukan buy back, “Kami bersedia kapanpun, tapi melihat pasar terlebih dahulu, sekarang kan masih ada sisa waktu yang telah ditetapkan oleh Otoritas selama 18 bulan,”tandasnya.

Belanja Modal

Sementara untuk belanja modal hingga kuartal pertama 2013, perseroan sudah merealisasikan sebesar 30% dari total belanja modal yang dianggarkan. Perseroan juga mengganti anggaran belanja modal yang sebelumnya sebesar US$ 3 juta menjadi US$ 5 juta.

Agoes mengungkapkan, hal tersebut dilakukan karena saat ini perseroan memfokuskan untuk membeli sejumlah alat-alat berat dan pembukaan lahan tambang baru. Selain itu, belanja modal akan digunakan untuk untuk mengganti beberapa alat pengeboran batu nara yang sudah lama, hal tersebut agar produksi yang dilakukan lebih maksimal.

Sementara terkait investasi pembukaan lahan baru di Kalimantan, pihaknya belum dapat menyebutkan nilai investasinya. Namun perseroan menyakini bahhwa lahan di sana memang potensial.

Bagikan Dividen

Kemudian hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) juga menyetujui rencana perseroan membagikan dividen sebesar Rp75 per lembar saham. Angka tersebut lebih kecil dibandingkan dengan pembagian dividen tahun lalu sebesar Rp100 per lembar saham.

Kata Agoes, meski laba tahun buku 2012 turun, perseroan tetap akan membagikan dividen, “Harga batubara saat ini belum stabil, hal itu berdampak pada turunnya laba kami, tapi kami tetap akan membagikan dividen meskipun jumlahnya lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya,\" jelasnya.

Sementara untuk pembagian dividen kepada pemegang saham, perseroan mengungkapkan akan dibayarkan pada bulan Agustus mendatang. Selain itu, sisa laba juga akan dialokasikan sebagai dana cadangan dan laba ditahan perseroan.

Sebagai informasi, perseroan mencatatkan penurunan laba tahun berjalan sebesar 53,06% menjadi sebesar US$ 23,59 juta dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar US$ 50,26 juta. Penjualan neto perseroan juga mengalami penurunan menjadi sebesar US$ 214,93 juta dari US$ 243,06 juta. (bani)

BERITA TERKAIT

Danai Ekspansi Bisnis - PTPP Bakal Terbitkan Obligasi Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tren perusahaan mencari pendanaan di pasar modal cukup marak pasca pemilihan presiden (Pilpres). Dimana salah satu perusahaan…

Ini Penjelasan Harga Cabai Merah Stabil Tinggi

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan mencatat harga cabai merah keriting dan cabai merah besar di sejumlah pasar tradisional menunjukkan peningkatan…

PLIN Lepas 512,20 Juta Saham Tresuri

PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) akan menjual saham tresuri yang telah digenggam sejak 2016-2017. PLIN akan mengalihkan saham tresuri…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BPII Terima Dividen Tunai Rp 12,99 Miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) pada tanggal 12 Juni 2019 memperoleh dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp12,99 miliar…

Kerugian Steady Safe Susut Hingga 54%

Meskipun masih mencatatkan rugi di kuartal pertama 2019, PT Steady Safe Tbk (SAFE) mengklaim rugi bersih yang dibukukan senilai Rp1,809…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…