Dampak Rugi Kurs, KS Tunda Bagikan Dividen

Kinerja Keuangan Melorot

Jumat, 24/05/2013

NERACA

Jakarta – Tahun buku 2012, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)tidak bagikan dividen disebabkan kerugian yang dialami perseroan pasca kebakaran yang terjadi di salah satu pabrik Krakatau Steel, “Kami tidak bagi dividen tahun ini, karena bulan April 2012 lalu pernah ada kebakaran disalah satu pabrik kami. Sehingga dalam pembukuan ada minus,”kata Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), Irvan K Hakim di Jakarta, Kamis (23/5).

Selain itu, alasan tidak membagikan dividen karena pembukuan tahun lalu mengalami minus US$ 20 juta juga karena perseroan mengalami kerugian akibat selisih kurs dari semula menggunakan rupiah untuk laporan pembukuan, menjadi pembukuan dalam mata uang dolar.

Kata Irvan, apabila dikonversi menjadi rupiah, perseroan masih bisa mencatatkan laba. Tahun ini, perseroan mengganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 7 - 8 triliun. Dana berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan. "Komposisi capex tersebut sekitar 30% berasal dari kas internal. Sementara sisanya 70% berasal dari pinjaman perbankan. Saya tidak bisa jelaskan banknya apa,”kata Irvan.

Dana Capex

Dia menuturkan, dana belanja modal akan digunakan untuk pengembangan anak usaha. Selain itu, hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) menyetujui perubahan penggunaan kelebihan dana hasil penawaran umum saham perdana (IPO) sebesar Rp 3,18 miliar untuk penambahan modal kerja perseroan.

Nantinya, dana tersebut digunakan untuk pematangan lahan seluas kurang lebih 388 hektar dan akan digunakan oleh perseroan sebagai penyertaan pada proyek pabrik baja terpadu, PT Krakatau Posco yang telah rampung. Sebagai informasi, Krakatau Steel membukukan pendapatan bersih sebesar US$ 2,29 miliar pada tahun 2012. Jumlah tersebut naik 12,81% dari US$ 2,03 miliar pada tahun 2011.

Disamping itu, perseroan juga membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 20,43 juta. Jumlah ini turun dibanding tahun 2011 yang mencatatkan laba dari US$ 151,34 juta. KRAS juga membukukan rugi dari entitas asosiasi, turunnya pendapatan keuangan dan laba selisih kurs serta naiknya beban keuangan.

Kemudian beban pokok naik menjadi US$ 2,17 miliar dari US$ 1,87 miliar. Sementara rugi entitas asosiasi sebesar US$ 5,43 juta dari tahun sebelumnya membukukan laba US$ 482 ribu, “Tahun ini, kami menargetkan untuk volume penjualan 2,6 - 2,7 juta ton, atau naik 11% dibanding tahun lalu,”kata Irvan.

Gandeng BUMD

Sementara pertengahan April lalu, perseroan menandatangani MOU dengan PT Banten Global Development (PT BGD) mengenai perjanjian jual beli gas dan jual besi baja di Pendopo Provinsi, Serang, Banten. Perusahaan BUMN dan BUMD itu sepakat untuk saling membantu dalam pengembangan usaha baik di induk perusahaan, anak perusahaan maupun mitra dalam penyediaan gas dan besi baja.

Menurut Irvan, MOU tersebut mengharapkan provonsi Banten akan siap untuk membangun infrastruktur seperti jembatan dan lainnya. Dalam kesepakatan itu, Krakatau Steel siap memasok kebutuhan baja dari proyek yang sedang dan akan dilaksanakan oleh PT BGD, sedangkan PT BGD siap memasok gas untuk memenuhi kebutuhan PT KS Group. Perjanjian tersebut akan berlangsung selama satu tahun. Diharapkan dapat saling membantu dalam memenuhi kebutuhan masing-masing perseroan. (nurul)