Asia Timur dan Eropa Dominasi Industri Komponen Otomotif

Investasi Diproyeksikan US$ 1,2 Miliar di 2013

Jumat, 24/05/2013

NERACA

Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan investasi di sektor komponen otomotif hingga akhir tahun ini mencapai US$ 1,2 miliar dengan dominasi perusahaan Asia Timur dan Eropa. “Investasi di sektor komponen otomotif di 2013 diperkirakan menyentuh US$1,2 miliar atau setara Rp 10 triliun, naik dari realisasi tahun lalu sebesar Rp 6 triliun,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin, Budi Darmadi di Jakarta, Kamis (23/5).

Agen pemegang merek (APM), menurut Budi, diharapkan mengajak subkontraktor di negara asalnya untuk berinvestasi atau bekerja sama dengan investor lokal di dalam negeri dalam memproduksi komponen otomotif. “Subkontraktor untuk APM otomotif di Jepang maupun Korea Selatan diharapkan bisa menanamkan modalnya atau menggandeng investor lokal untuk membuat komponen-komponen yang belum dibuat di dalam negeri. Hal ini akan memperkuat struktur industri otomotif di Indonesia,” paparnya.

Perkembangan industri kendaraan bermotor roda empat di Indonesia, lanjut Budi, menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. “Pada tahun lalu, produksi mobil mencapai lebih dari 1,1 juta unit, naik 20% dibandingkan realisasi 2011. Perkembangan ini diperkirakan akan bertambah seiring membaiknya indikator makro ekonomi nasional serta adanya upaya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur di bidang transportasi,” ujarnya.

Budi menambahkan, investasi komponen otomotif di Indonesia mengalami pertumbuhan yang bagus seiring meningkatnya permintaan kendaraan roda empat di pasar domestik.“Empat tahun yang lalu, industri komponen otomotif Indonesia baru 900 unit, hal ini menunjukkan bahwa pasar otomotif nasional semakin besar. Nantinya, produksi dari 100 industri komponen yang baru akan memasok komponen untuk industri-industri otomotif seperti mesin,” tandasnya.

Minat Investor

Sementara itu, tingginya pertumbuhan otomotif Indonesia tak urung mengundang minat investor asing untuk membeli saham perusahaan otomotif. Tidak lepas juga bidang lain yang terkait dengan roda empat dan sepeda motor.

Pasar kendaraan yang menggiurkan di Indonesia saat ini memancing investasi di industri penyedia atau pemasok komponen baru. Menurut data Kantor Kementerian Perindustrian RI, jumlah investasi industri suku cadang asal Jepang ke Indonesia mengalami kenaikan. Di tahun ini akan ada sekitar 50 industri komponen baru di Indonesia.

Tahun lalu saja sejumlah produsen mobil asal Jepang turut menarik beberapa industri komponen asal negaranya untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Daihatsu dan Toyota adalah dua diantara merek Jepang yang menarik 35 Industri komponen. Sementara Nissan membawa 10 industri sejenis. Tahun ini diperkirakan ivestasi perusahaan komponen Jepang di Indonesia mencapai US $ 700 juta.

Menurut Budi lokasi pabrik suku cadang asal Jepang bakal dibangun di kawasan industri Cikampek atau Cilegon. Perusahaan-perusahaan tersebut rencananya akan memproduksi moving parts, pengerjaan bodi kendaraan dan sebagainya. Setiap satu perusahaan siap memproduksi lebih dari satu komponen otomotif."Di luar negara Jepang, negara lain yang sudah melakukan investasi dalam industri komponen otomotif adalah Taiwan, Thailand, dan Malaysia," papar Budi dalam sebuah kesempatan di Jakarta. Total investasi dari ketiga negara tersebut tahun 2012 lalu sebesar US$ 2,3 - 2,4 miliar dengan sekitar 200 industri suku cadang kendaraan.

"Masuknya investasi di industri ini tentu akan menguntungkan kita karena bisa menyerap tenaga kerja dan dapat megurangi defisit impor dan memberi nilai tambah di dalam negeri," tandas Budi.

Contohnya, keberhasilan Daihatsu mencapai 3 juta unit tidak terlepas dari peran serta supplier. Saat ini ADM bekerjasama dengan 165 perusahaan pemasok komponen lapis pertama (first tier) dan 850 pemasok komponen lapis kedua (second tier), dengan melibatkan sekitar 700 ribu tenaga kerja.