Indonesia Masih Jadi Tujuan Investor Asing - Dari Indonesia Invesment Forum

NERACA

Jakarta – Banyak alasan mengapa Indonesia masih layak menjadi negara tujuan investor asing ditengah krisis ekonomi global. Selain pertumbuhan ekonomi yang positif, inflasi yang terjaga, populasi masyarakat yang besar juga iklim politik yang aman menjadi pertimbangan investor asing tanamkan dananya di Indonesia.

Maka guna memberikan peluang pasar investasi di Indonesia, Indonesia Invesment Forum 2013 di Singapura menjadi jawabannya, \"Forum ini membahas berbagai peluang investasi di Indonesia, membuka dialog antara pemerintah Indonesia, perusahaan-perusahaan Indonesia sebagai target para investor kelas dunia,\" kata CEO PowerPR Asia Pacific Christovita Wiloto di Jakarta kemarin.

Menurutnya, Indonesia Investment Forum kemarin yang digelar 17 Mei telah berhasil memberikan pemikiran postif baru terhadap investor asing. Forum yang diikuti oleh 30 perusahaan dan 50 global investor ini bertujuan untuk menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang bisnis di Indonesia sehingga nantinya tercipta gairah investasi sekaligus meningkatkan jumlah investor yang akan menanamkan modalnya di tanah air.

Kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Bambang Permadi Permadi Brodojonegoro mengungkapkan, Indonesia tetap menjadi tujuan favorit dunia, “Data dari United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), disebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-4 dari 19 negara untuk tujuan investasi,”ujarnya.

Tahun lalu, Japan Bank International for Coopertaion (JBIC) tahun lalu menaikkan Indonesia ke peringkat ke-3 dan menilai bahwa investasi di Indonesia menguntungkan Jepang. Berdasarkan data Dana Moneter Internasional (IMF) dan analisi, Indonesia akan masuk 10 besar Negara ekonomi terkuat di dunia.

Selain itu, Indonesia juga dianggap paling menguntungkan di Asean dan Asia untuk investasi diperusahaan domestik dan perusahaan multinasional asing. Ketidaktahuan dan minimnya informasi positif tentang Indonesia menjadi alasan keraguan pemodal asing.

Sementara Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Wahyu Hidayat mengatakan, derasnnya dana asing ke Indonesia menjadi peluang bagi perusahaan-perusahaan BUMN untuk menyerap aliran dana asing ke Indonesia, “Saat ini Kementerian BUMN tengah mendorong penawaran umum perdana (Initial Public offering/IPO) PT Semen Baturaja untuk menyerap dana asing,”tandasnya.

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat dana asing yang masuk hingga kini telah mencapai Rp24,1 triliun. Jumlah tersebut dinilai menjadi tolok ukur masih tingginya minat asing untuk berinvestasi di Indonesia. “Per 17 Mei dana asing sudah mencapai Rp24,1 triliun,” kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito. (bani)

BERITA TERKAIT

Dari Semarang Ke Banjarmasin dan Palembang - Citilink Buka Rute Penerbangan

NERACA Jakarta -Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia kembali membuka dua rute penerbangan langsung Semarang - Palembang dan Semarang -…

Intiland Catatkan Penjualan Rp 3 Triliun - Melesat Dari Target

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil meraih pendapatan penjualan (marketing sales) sebesar Rp3 triliun hingga…

Solusi Alami Kendalikan Pemanasan Global di Indonesia

Oleh: Genta Tenri Mawangi Pemanasan global telah menjadi masalah masyarakat dunia, karena dampaknya dianggap tengah terjadi di banyak negara. Dalam beberapa…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sidang Dugaan Monopoli Aqua - Saksi Ahli : Praktik Monopoli Mutlak Dilarang

Dari sidang lanjutan atas dugaan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan PT Tirta Investama dan PT Balina …

Tersangka Kasus Pemalsuan Surat - Istri Dewan Penasihat Kadin Chris Kanter Mangkir Pemeriksaan

Prikanti Chris Kanter tidak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka di Polres Tangerang Selatan. Istri Chris Kanter, anggota Dewan Penasehat Kamar Dagang…

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…