Fortune Indonesia Merambah Ke Asia Pasifik

Targetkan Jaring 50 Klien Baru

Rabu, 22/05/2013

NERACA

Jakarta- Kompetitifnya persaingan di industri periklanan dan komunikasi menuntut perusahaan yang bergerak di industri tersebut untuk mengembangkan usaha. Salah satunya, yaitu dengan melakukan penetrasi pasar.

Langkah ini menjadi strategi PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) untuk mempertebal kocek perseroan di bisnis ini. Rencananya, selain Singapura, FORU mengaku akan merambah ke beberapa negara Asia Pasifik, “Kita keluar yaitu merambah ke Singapura yang banyak klien-klien internasional. Ke depan, negara Asia yang dibidik seperti Vietnam, Brunei, Kamboja, dan Srilangka.” kata Direktur Utama FORU, Indra Abidin di Jakarta, Selasa (21/5).

Ekspansi yang dilakukan perseroan ke Singapura, menurut dia, karena negara tersebut menjadi pusat untuk Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) dunia. Karena itu, dengan membuka kantor cabang di Singapura diharapkan dapat meningkatkan jumlah klien di segmen public relation dan media atau periklanan.

Ditargetkan, pada tahun ini perseroan mengharapkan dapat menjaring sebanyak 50 klien baru. Disebutkan Indra, persaingan pada industri yang digelutinya saat ini cukup kompetitif. Pihaknya mencatat, dari sisi jumlah pemain, perusahaan iklan di tahun 2002 hanya sebanyak 2000 perusahaan, sedangkan hingga kini telah mencapai 8000 perusahaan. “Kalau kita ikut tender, biasanya pesertanya hanya 3-5 perusahaan, tapi kemarin perusahaan yang ikut tender pemilukada sudah mencapai 80 perusahaan.” paparnya.

Layanan Digital

Salah satu strategi untuk menghadapi persaingan bisnis tersebut, antara lain dengan mengembangkan layanan digital untuk mengakomodasi dinamika kebutuhan konsumen dan pasar serta membagun jasa pelayanan di bidang entertainment. Selain itu, juga akan mengoptimalkan layanan pemasaran untuk produk-produk olahraga (sport marketing) melalui Fsport, baik dengan menjalin kemitraan maupun sponsorship.

Tidak hanya itu, dengan positifnya pertumbuhan ekonomi Indonesia dan meningkatnya jumlah pengguna internet dan mobile, pihaknya optimistis akan mampu mengangkat kinerja FORU ke depan. Dengan strategi yang dilakukan tersebut diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan pendapatan perseroan pada tahun ini menjadi Rp520 miliar.

Sementara pada tahun 2012, FORU mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp480 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp505 miliar. Laba bersih perseroan menjadi Rp12,65 miliar dari sebelumnya sebesar Rp12,95 miliar.

Hal tersebut, kata dia, salah satunya disebabkan karena pada kuartal keempat 2012, perseroan melepas kepemilikan sahamnya di PT Fortune Travindo yang memberikan kontribusi pendapatan usaha sebesar Rp31,5 miliar di tahun sebelumnya. “Dengan fokus pada pengembangan usaha, beberapa segmen usaha FORU berhasil membukukan pertumbuhan positif dibandingkan 2011, yaitu sebesar 200% untuk sektor public relation, desain grafis, serta 95% untuk sektor periklanan.” jelas Direktur FORU, Herman Muljadi Sulaeman.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar 25,7% dari laba komprehensif tahun 2012 atau Rp3,25 miliar. Jumlah tersebut setara dengan Rp7 per saham. Selain itu, RUPST juga menyetujui 15% dari nilai laba untuk cicilan dana cadangan perseroan dan sisanya menjadi laba ditahan untuk modal kerja perseroan. (lia)