Kalbe Farma Lakukan Treasury Stock

Sekitar 3,90 Miliar Saham

Selasa, 21/05/2013

NERACA

Jakarta - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) akan menarik seluruh saham yang telah dibeli kembali (treasury stock) sekitar 3,90 miliar saham atau setara 7,7% dari modal disetor perseroan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (20/5).

Direktur Keuangan PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius mengatakan, penarikan seluruh treasury stock itu telah memperoleh persetujuan dari para pemegang saham Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Menurutnya, dengan mempertimbangkan posisi keuangan internal yang kuat, dan potensi pembiayaan eksternal, serta untuk memaksimalkan nilai bagi pemegang saham. Dirinya menyakini, penarikan treasury stock merupakan keputusan terbaik bagi perseroan dan pemegang saham.

Vidjongtius mengatakan, penarikan kembali tersebut tidak mempengaruhi posisi keuangan Perseroan sekarang. Perseroan akan mempertahankan tingkat laba bersih per saham dan tingkat rasio laba terhadap ekuitas dan laba terhadap aset yang optimal bagi pemegang saham.

Dengan langkah penarikan kembali atas saham yang telah dibeli oleh Perseroan, maka modal disetor Perseroan yang sebelumnya berjumlah 50.780.072.110 lembar saham dengan nilai nominal Rp507.800.721.100 akan berkurang 7,7% menjadi 46.875.122.110 lembar saham dengan nilai nominal Rp468.751.221.100.

Bagikan Dividen

Selain itu, perseroan bakal bagikan dividen Rp19 per saham atau senilai Rp 891 miliar. Disebutkan, pembagian dividen tersebut mencerminkan rasio pembagian dividen sebesar 51%. Hasil pembagian dividen tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST),”Rasio pembagian 51% itu sejakan dengan kebijakan dividen kami untuk mempertahankan rasio pembagian dividen sekurang-kurangnya 50% terhadap laba bersih tahun fiskal sebelumnya,”kata Vidjongtius.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2012 perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp13,63 triliun dari periode 2011 sebesar Rp10,91 triliun. Laba bersih perseroan naik menjadi Rp1,73 triliun pada 2012 dari periode 2011 sebesar Rp1,48 triliun. Kas dan setara kas perseroan mencapai Rp1,85 triliun pada 31 Desember 2012 dari periode 31 Desember 2011 sebesar Rp2,29 triliun. (bani)