Strategi Adira Siasati Pendanaan Melalui Obligasi

Cari Dana Baru Rp9 Triliun

Senin, 20/05/2013

NERACA

Jakarta- PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) membutuhkan pendanaan baru sebesar Rp 9 triliun pada tahun ini untuk mendukung kinerja perseroan dalam bisnis pembiayaan kendaraan. “Tahun ini kita perlu cari dana baru Rp9 triliun, di mana Rp2,4 triliun sudah didapat dari obligasi dan ada beberapa fasilitas pinjaman dari bank.” kata Direktur Keuangan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, I Dewa Made Susila di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, pihaknya optimistis kebutuhan pendanaan tersebut dapat dipenuhi melalui penawaran umum obligasi berkelanjutan (PUB). Pasalnya, perseroan menilai masih memiliki ruang untuk melakukan penawaran umum berkelanjutan hingga mencapai jumlah tersebut. “Kita baru menerbitkan PUB II, di mana kita boleh menerbitkan selama dua tahun ke depan Rp8 triliun untuk obligasi dan Rp1 triliun untuk sukuk. Yang sudah dipakai yaitu Rp2 triliun untuk obligasi dan Rp379 miliar untuk sukuk.” jelasnya.

Penerbitan kembali obligasi, lanjut dia, akan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi pasar ke depan. Adapun komposisi pendanaan perseroan saat ini yaitu sebesar 60% dari obligasi, 30% dari pinjaman bank lokal, dan 10% dari pinjaman bank asing. Sementara untuk pendanaan bersama antara PT Adira Dinamika Multi Finance dan Bank Danamon secara persentase masing-masing sebesar 56% : 44%.

Disebutkan Made, dalam strategi jangka panjang, komposisi pendanaan bersama akan diupayakan agar dapat berimbang. Langkah kedua, Adira juga akan mengoptimalisasikan manajemen pendanaan perseroan melalui pinjaman. “Adira memiliki ekuitas lebih dari Rp5 triliun. Kalau tidak dileverage, capital managementnya tidak tepat. Atas persetujuan pemegang saham, akan dileverage 5-6 kali walaupun secara regulation boleh hampir 10 kali. Tapi sebagai langkah konservatif kami bawa 5-6 kali, di mana sekarang sebesar 3,6 kali.” paparnya.

Hal tersebut, lanjut dia, tentu dilakukan dengan membukukan sendiri biaya atas bunganya menjadi beban perseroan. Karena itu, perhitungan beban perseroan mengalami peningkatan. Langkah ketiga, perseroan akan memanfatkan kondisi internal dari pencapaian rating yang diperoleh dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) saat ini sehingga perseroan memiliki akses untuk mendapatkan sumber pendanaan murah dari pasar modal.

Target Pembiayaan

Dia menilai, di tahun ini prospek penjualan kendaraan bermotor diperkirakan masih produktif atau tumbuh sebesar 5%-10%. Karena itu, perseroan menargetkan pembiayaan mencapai Rp33 triliun-Rp34 triliun sehingga diupayakan melakukan diversifikasi pendanaan.

Target pembiayaan tersebut antara lain juga akan didukung dengan adanya program “X-tra Bonus” yang memberikan kemudahan proses pembiayaan dan perlindungan nasabah melalui asuransi kecelakaan. Dalam program tersebut, Adira menggandeng PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) yang saat ini sedang menjalin kerja sama dengan AON, perusahaan broker asuransi kelas dunia.

Disebutkan, dengan adanya “X-tra Bonus” tersebut pelanggan dan keluarga terlindung dari risiko tidak dapat membayar sisa angsuran kendarannya jika pelanggan mengalami kecelakaan yang berakibat meninggal dunia atau cacat tetap total. Perseroan juga menyelenggarakan undian untuk kredit motor dan mobil baru sampai dengan akhir tahun ini, di mana pemenangnya berkesempatan untuk menyaksikan pertandingan Manchester United dan akan diundi dalam dua tahap.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) menyetujui pembagian dividen kepada pemegang saham sebesar Rp709,3 miliar atau 50% dari laba bersih perseroan 2012 sebesar Rp1,42 triliun. Pembagian dividen akan dilakukan perseroan pada 27 Juni 2013.

Selain itu, juga disetujui penyisihan dana sebesar Rp14,2 miliar atau 1% dari laba bersih 2012, untuk cadangan umum sesuai Undang-Undang Perseroan Terbatas. Dalam kesempatan tersebut para pemegang saham juga telah menyetujui pengunduran diri Rajeev Kakar selaku Komisaris dan mengangkat Cornel Hugroseno dan Swandajani Gunadi sebagai Direktur Perusahaan.

(lia)