Metropolitan Bagikan Dividen Rp 5,37 persaham

NERACA

Jakarta – Perusaan properti, PT Metropolitan Land Tbk (MTLA)bagikan dividen Rp 5,37 perlembar saham atau 20% dari laba bersih tahun 2012 sebesar Rp203,69 miliar,”Jumlah ini setara dengan Rp 40,74 miliar, sedangkan untuk dana yang dialokasikan sebagai cadangan senilai Rp 2 miliar. Sisanya akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk menambah modal kerja perseroan, “kata Presiden Direktur MTLA, Nanda Widya di Jakarta, Kamis (16/5).

Rencananya, perseroan akan bagikan dividen pada 5 Juli mendatang. Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 850 miliar yang berasal dari hasil IPO, cash flow dan pinjaman perbankan, “Pinjaman perbankan sekitar 40%, sementara sisanya dari kas internal. Anggaran capex terbanyak digunakan untuk pendanaan Grand Metropolitan\", ungkapnya.

Sementara Sekretaris Perusahaan Metropolitan Land,, Olivia Surodjo mengatakan, kinerja perseroan pada 2012 dapat dikatakan cukup baik dengan membukukan laba bersih Rp 203,69 miliar atau meningkat 30% dari tahun lalu.

Sedangkan untuk pendapatan, perseroan membukukan kenaikan 25,3% dari Rp 541,781 miliar menjadi Rp 678,729 miliar, “Semua proyek perseroan turun memberikan kontribusi yang cukup signifikasn dengan besaran 59% penjualan real estate, 20% pendapatan sewa pusat perbelanjaan, 9% pengoperasian hotel, 11% penjualan unit kondotel seminyak bali, dan 1% dari pengoperasian pusat rekreasi,” ujar dia.

Nanda menambahkan bahwa untuk mendukung pertumbuhan, perseroan juga menerapkan kebijakan berupa keseimbangan antara penjualan properti dengan pendapatan berkelanjutan.

Menurutnya, kedua sisi itu diarahkan ke proporsi masing-masing 50%, sehingga diyakini mampu mempertahankan kinerja perseroan.\"Sehingga pada tahun ini, perseroan akan menambah beberapa properti komersialnya melalui pembangunan tambahan kamar Hotel Horison Bekasi, pembangunan Hotel Horison Jakarta, dan Hotel di Lampung. Sementara untuk proyek pusat perbelanjaan grand metropolitan direncanakan mulai beroperasi pertengahan tahun ini,” tuturnya.

Sementara itu, untuk Hotel di Cirebon dijadwalkan akan rampung pada akhir 2013. Total investasinya sekitar Rp 40 miliar.\"Ada 2 hotel lagi yang berlokasi di Lampung dan Palembang. Di Lampung nilai investasinya berkisar antara Rp 50-55 miliar, kalau di Palembang belum bisa kami perkirakan karena desainnya juga belum ada,”katanya.

Selain itu, ada M Gold Tower yang akan selesai pada tengah tahun 2014. Sementara untuk akusisi lahan di kawasan Cibitung, Bekasi, perseroan mencadangkan dana sebesar Rp135 miliar.

Olivia optimistis, pihaknya dapat mencapai target penjualan tahun ini, mengingat pertumbuhan pasar properti di Indonesia masih bagus. Hingga bulan maret, marketing sales perseroan mencapai Rp 297,8 miliar, yang terdiri dari Rp 246,3 miliar dari penjualan properti dan Rp 51,5 miliar dari pendapatan berkelanjutan. (nurul)

BERITA TERKAIT

Keppel Land Garap Proyek Properti Rp 1 Triliun - Gandeng Metropolitan Land

NERACA Jakarta - Keyakinan pasar properti di Indonesia masih tetap positif, Keppel Land Limited (Keppel Land) kembali menggarap pasar Indonesia…

Presiden Bagikan 10.100 Sertifikat Tanah Se-Tangerang

Presiden Bagikan 10.100 Sertifikat Tanah Se-Tangerang NERACA Tangerang - Presiden Joko Widodo membagikan sebanyak 10.100 sertifikat tanah Se-Tangerang Raya di…

Provident Agro Bagi Dividen Rp 177,99 Miliar

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada akhir pekan kemarin, PT Provident Agro Tbk (PALM) memutuskan akan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Targetkan Transaksi 500 Ribu Lot - Rifan Financindo Berjangka Optimis Tercapai

NERACA Surabaya - Meskipun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) memangkas target transaksi 30% lantaran kondisi ekonomi…

Tingkatkan Layanan Digital - Taspen Kerjasama Sinergis Dengan Telkom

NERACA Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Taspen (Persero) bersinergi mengembangkan dan mengimplementasikan digitalisasi pelayanan pembayaran pensiun…

XL Hadirkan Asisten Virtual MAYA

Dinamisnya era digital mengharuskan perusahaan untuk terus melakukan inovasi teknologi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Tidak sebatas produk, layanan pelanggan…