Tahun ini Menjadi Momentum Tepat Gelar IPO - Manfaatkan Pertumbuhan Indeks BEI

NERACA

Jakarta –Melesatnya pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam beberapa pekan menjadi peluang positif atau momentum tepat bagi perusahaan untuk menggelar penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

Direktur Utama PT Ciptadana Securities Ferry Budiman Tanja mengatakan, kenaikan indeks BEI menjadi momentum untuk menggelar IPO, “Faktor kebutuhan dana untuk ekspansi akan mengikuti momentum pasar. Jika pasar tengah positif, tentu kebutuhan pendanaan untuk ekspansi dapat segera dimaksimalkan,\" ujarnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Apalagi, lanjut dia, aliran dana investor asing juga tengah deras masuk ke pasar modal Indonesia sehingga memudahkan tingkat penyerapan saham IPO yang ditawarkan ke publik. Kemudian, faktor dari kinerja perusahaan per sektoral dinilai jadi penentu keberhasilan IPO. Investor juga melihat prospek dari calon emiten dari setiap sektor sehingga menentukan keberhasilan pelaksanaan IPO.

PT Ciptadana Securities selaku penjamin emisi IPO PT Dharma Satya Nusantara mengaku optimis saham calon emiten itu akan terserap oleh investor. \"Kami optimis pernyerapan saham IPO Dharma Satya Nusantara akan optimal karena valuasi rasio harga saham per pendapatannya (price to earning ratio) cukup rendah,\" kata Ferry.

Hal senada juga disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen, euforia pasar saham domestik yang berada dalam tren positif menjadi salah satu alasan perusahaan melakukan penawaran saham perdana tahun ini, “Kami berharap jumlah calon emiten yang melakukan pencatatan saham perdana sampai dengan pertengahan tahun ini bisa mencapai 15 emiten sehingga target 30 emiten baru tercapai di tahun ini,\"ujarnya.

Tercatat sebanyak delapan perusahaan telah mencatatkan saham perdana di BEI, yakni PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM), PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL), PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME). Selain itu, PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) dan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT).

Selain itu, kata Hoesen, pertumbuhan indeks yang menembus di atas 5.000 mencerminkan kinerja positif emiten sepanjang 2013 ini.\"Aksi-aksi korporasi yang dilakukan emiten seperti akusisi atau ekspansi lainnya dipandang positif oleh investor, kemungkinan hal itu yang mendorong saham-saham domestik diburu dan berdampak pada IHSG,”tandasnya.

Kemudian maraknya perusahaan melakukan penawaran saham perdana tahun 2013 ini menambah sentimen bagi pasar modal Indonesia akan positif ke depannya. (bani)

BERITA TERKAIT

Ini Tantangan Baru Industri Pariwisata di Indonesia

Salah satu usaha mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun depan, Kementerian Pariwisata akan lebih fokus menggarap segmen pasar…

Tahun Politik, Serangan Siber Intai Jaringan Telekomunikasi

Industri telekomunikasi seringkali menjadi sasaran empuk para peretas untuk melancarkan serangan siber karena perusahaan umumnya memiliki pusat data (data center)…

Dunia Usaha - Kemenperin Dorong Santripreneur Manfaatkan Teknologi Digital

NERACA Bandar Lampung - Direktur Jenderal Industri Kecil dan Aneka, Gati Wibawaningsing mengatakan terus melakukan pembinaan dan pelatihan santri berindustri…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Fajar Surya Wisesa Melesat 136,1%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,405 triliun atau naik 136,1% dibanding periode…

Lagi, Comforta Raih Top Brand Award

Di awal tahun 2019 ini, Comforta Spring Bed kembali meraih penghargaan Top Brand Award. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin,…

BPD Bank Kalsel Rencanakan IPO di 2020

Bila tidak ada aral melintang, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel rencanakan melakukan penawaran umum saham perdana…