P2TP2A Desak Pemerintah Selamatkan Para TKI

NERACA

Bandung - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat Netty Heryawan mendesak Pemerintah Pusat segera mengupayakan langkah koordinasi dengan Kerajaan Arab Saudi, menyusul hukuman pancung terhadap Ruyati Warga Kampung Serengseng Jaya, RT 01/03, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi.

Hal itu, ujar isteri Gubernur Jawa Barat itu, penting guna mencegah jatuhnya korban lagi akibat hukuman pancung. Apalagi saat ini masih sekitar 23 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang juga terancam hukuman pancung di Arab Saudi.

Menurut Ketua P2TP2A Jawa Barat tersebut, jangan sampai Tenaga Kerja Wanita (TKW) Darsem asal Subang yang saat ini menunggu eksekusi pada tanggal 1 Juli nanti, ikut dihukum pancung. Untuk itu Darsem, lanjut Netty Heryawan, harus diselamatkan meskipun harus mengeluarkan tebusan senilai Rp 4,7 miliar.

“Jangan sampai Darsem menyusul Ruyati karena Pemerintah kurang tanggap mengantisipasi masalah TKI yang terbelit persoalan hukum di Arab Saudi, saat ini ada 23 TKI yang menunggu eksekusi dan harus segera diselamatkan,” ujar Netty usai melakukan kunjungan ke kediaman Almarhumah Ruyati, Senin (20/6) petang.

Untuk itu Netty, yang juga merupakan Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat, akan menyertakan P2TP2A Jawa Barat melakukan advokasi kepada keluarga yang ditinggalkan. Salah satunya memberikan pemahaman kembali soal sistem ketenagakerjaan.

"Sesuai topuksi, kami akan melakukan advokasi, baik kepada keluarga maupun masyarakat secara umum mengokohkan kembali upaya preventif yang harus dibangun masyarakat. Termasuk pengetahuan yang utuh tentang sistem ketenagakerjaan," jelasnya.

Lebih lanjut Netty mendesak Pemerintah Pusat untuk segera meningkatkan koordinasi lintas sektoral agar persoalan TKI yang dihukum pancung tidak terulang lagi. “Ini persoalan kemanusiaan dan harga diri bangsa. Mudah-mudahan kejadian ini bisa jadi momentum untuk meningkatkan perhatian pemerintah terhadap nasib TKI di luar negeri,” kata Netty.

Dalam kunjungannya ke rumah Ruyati, Netty atas nama pribadi dan masyarakat Jawa Barat menyampaikan rasa belasungkawa mendalam terhadap keluarga. Netty yang datang tanpa rombongan tersebut juga memberikan santunan rasa simpati kepada keluarga Ruyati.

Sementara itu, Ketua LSM Jerami (Jaringan Ekonomi Rakyat Mandiri) Jawa Barat, Sugianto menyatakan, pemerintah harus berani melakukan kebijakan untuk sementara menanguhkan pengiriman TKI/TKW ke Arab Saudi sebelum ada kesepakatan yang saling menghargai dan menguntungkan.

“Kita jangan mentang-mentang perlu, lalu mereka mau melakukan apa saja terhadap warga kita yang kerja di sana. Pemerintah juga harus segera melakukan upaya agar kita tidak lagi mengirim TKI ke manapun,” tandas Sugianto yang dihubungi , Selasa kemarin.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Izinkan KEK Arun Lhokseumawe

      NERACA   Aceh - Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah pusat telah memberikan izin Kawasan Ekonomi Khusus Lhokseumawe,…

Menelisik Arah Utang Pemerintah Era Kepemimpinan Jokowi

Oleh: Nurul Nabila, Mahasiswi Perbankan Universitas Samudra Langsa   Selama masa pemerintahan Presiden Jokowi, rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik…

Pemerintah Serahkan Bantuan ke 47 Usaha Kreatif

  NERACA Jakarta – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) telah menyerahkan secara simbolis Bantuan Pemerintah untuk 47 pelaku di sektor kreatif.…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Ibu Siti, Nasabah Bank Wakaf Mikro, Jahit Baju Untuk Jokowi

Ibu Siti, Nasabah Bank Wakaf Mikro, Jahit Baju Untuk Jokowi NERACA Jombang - Sudah banyak masyarakat yang gembira memanfaatkan dukungan…

Program BSPS Dongkrak Swadaya Masyarakat - 25 Unit RTLH Dua Kelurahan di Sukabumi Capai 98 persen

Program BSPS Dongkrak Swadaya Masyarakat 25 Unit RTLH Dua Kelurahan di Sukabumi Capai 98 persen NERACA Sukabumi - Sebanyak 25…

Sekda Banten: UMKM Penopang Utama Ekonomi Bangsa

Sekda Banten: UMKM Penopang Utama Ekonomi Bangsa NERACA Serang - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Ino S Rawita mengatakan…