Danai Capex, PT Pos Terbitkan Obligasi

NERACA

Jakarta – Dalam rangkan membiayai belanja modal tahun ini yang mencapai Rp 900 miliar, PT Pos Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi sebagai sumber pembiayaan. Rencananya, perseroan bakal menerbitkan obligasi pada awal semester kedua.

Direktur Ritel dan Properti Pos Indonesia, Setyo Riyanto mengatakan, rencana perseroan menerbitkan obligasi tengah di kaji oleh Ernest&Young dan ditargetkan akhir Juli tahun ini kajiannya sudah keluar, “Untuk membiayai belanja investasi, PT Pos selama ini mampu mendanai dengan kekuatan kas internal,”katanya di Jakarta kemarin.

Dia menyebutkan, setiap harinya perseroan harus mengcover trasaksi hingga ratusan miliar, seperti untuk Western Union bisa menalangi hingga Rp 83 miliar per hari. Namun, agar lebih prudent, PT Pos berencana menerbitkan obligasi.

Sayangnya perseroan belum mau menyebutkan nilai besaran obligasi yang bakal diterbitkan karena masih menunggu kajian Ernest & Young. Kata Riyanto, PT Pos memang membutuhkan biaya yang besar guna membiayai berbagai strategi bisnis ke depan. Salah satunya adalah transformasi jaringan yang juga melayani transaksi keuangan.

Sebagai informasi, saat ini PT Pos memiliki sekitar 3.700 cabang online, “Jika setiap cabang butuh EDC 4 buah saja, kita harus siapkan dana belanja IT sebesar Rp 1,7 triliun, maka proses IPO yang tertunda sejak tahun lalu diharapkan bisa direalisasikan di 2015 nanti. Karena sumber dana yang ideal selain obligasi, adalah dengan melakukan IPO,”kata Setyo Riyanto.

Selain itu, PT Pos secara konsisten melakukan diversifikasi produk dan layanan dengan merambah bisnis properti. Dari lini bisnis ini diharapkan dapat menyumbang 12% dari laba 2013, “Target pendapatan properti kita Rp 417 miliar dari total target pendapatan 2013 sebesar Rp 4,7 triliun. Jadi kalau target laba PT Pos 2013 di kisaran Rp 300 miliar, properti kita harapkan sumbang 12%,”ujarnya.

Bangun Hotel

Kata Riyanto, saat ini PT Pos telah mulai membangun hotel di dua wilayah terpisah di Bandung, yaitu di Cicendi dengan nilai investasi sebesar Rp 40 miliar dan di Jln.Pahlawan, nilai investasi sekitar Rp 58 miliar dan untuk pembangunan hotel tersebut, PT Pos memiliki ketersediaan dana pribadi,\"Ukuran hotelnya memang kecil. Dua hotel di Bandung itu terdiri dari 80 kamar dan 100 kamar. Namun, perseroan akan memperluas pembangunan properti dengan sistem kerja sama di sejumlah daerah,”tandasnya.

Menurutnya, sudah ada 32 lokasi yang tersebar dari Aceh hingga Papua dengan pola kerjasama usaha di sejumlah daerah, seperti di Medan. Sementara itu, dia memprediksi bisnis ritel dapat berkontribusi sebesar 13% untuk total pendapatan PT Pos, termasuk dengan upaya melakukan inovasi produk perangko, modernisasi cabang dan toko online.

Saat ini, PT Pos juga menargetkan untuk segera mengeksekusi rencana akusisi perusahaan logistik lokal dengan terus melakukan negosiasi. “Perusahaanya lokal yang sudah jalan, tetapi kecil. Kita sudah siapkan anggaran Rp 350 miliar untuk akusisi ini. Kita harapkan bisa eskekusi tahun ini juga,”tegasnya.

Sebagai informasi, PT Pos sendiri pada tahun lalu mendirikan anak usaha yang konsentrasi di jasa logistik. Kendati baru didirikan, lini logistik ini sudah menyumbang sebesar Rp 2 miliar ke laba konsolidasi 2012. Diharapkan tahun ini sumbanganya tumbuh 200%. (nurul)

BERITA TERKAIT

Penjualan Mobil Astra International Turun 6,7%

NERACA Jakarta – Bisnis otomotif yang masih lesu masih dirasakan PT Astra International Tbk (ASII). Dimana emiten produsen otomotif ini…

Bidik Pasar Millenials - Topping Offf Emerald Bintaro Tepat Waktu

NERACA Jakarta- Menyusul serah terima kunci apartemen A yang tepat waktu di tahun lalu, PT Jaya Real Property Tbk sebagai…

Laba Bersih Unilever Terkoreksi 24,37%

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk di kuartal tiga tercatat negatif. Dimana perseroan dalam laporan keuangannya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pangsa Pasar Menyusut - Volume Penjualan Rokok HMSP Terkoreksi 5,7%

NERACA Jakarta - Keputusan pemermintah yang akan menaikkan cukai rokok rata-rata sebesar 23% mulai Januari 2020 menjadi ancaman terhadap pertumbuhan…

Bekasi Fajar Raup Pendapatan Rp 607,61 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan pendapatan Rp 607,61 miliar. Jumlah…

Usai Pelantikan Presiden Terpilih - Pelaku Pasar Menantikan Tim Kabinet Ekonomi

NERACA Jakarta- Sentimen positif pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia priode 2019-2024 masih menyelimuti pergerakan indeks harga saham gabungan…