Tambah 50 Gerai, Global Teleshop Investasi US$ 2 Juta - Sinergikan Dengan Trikomsel

NERACA

Jakarta – Distributor telepon seluler, PT Global Teleshop Tbk (GLOB) menganggarkan belanja modal sekitar US$ 2 juta di tahun 2013 untuk membangun sekitar 50 gerai. Dana tersebut diambil dari kas internal sebagai belanja modal untuk pengembangan usaha.

Direktur Utama PT Global Teleshop Tbk, Evy Soenaryo mengatakan, sekitar 20% dana tersebut sudah digunakan untuk pembangunan 11 gerai global teleshop pada kuartal I tahun ini, “Untuk anggaran pembiayaan belanja modal tahun lalu berasal dari pinjaman perbankan dan kas internal,”katanya di Jakarta, Senin (6/5).

Dia menuturkan, sementara belanja modal tahun ini berasal dari kas internal dan pinjaman bank Mandiri. Tahun ini, pihaknya memproyeksikan untuk pendapatan perseroan tumbuh kisaran 15-20%.

Menurutnya, dalam pencapaian target tersebut ada strategi-strategi yang akan dilaksanakan perseroan. Diantaranya, perseroan akan memfokuskan kepada penjualan, serta akan memaksimalkan kerja sama dengan perusahaan pembiayaan konsumen.

Sementara pemegang saham Global Teleshop juga telah menyetujui dan mengesahkan laporan keuangan tahunan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012. Selain itu juga mengesahkan laporan tahunan Direksi dan laporan pengawasan Dewan Komisaris serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Dewan Komisaris dan Direksi Global Teleshop yang menjabat selama tahun 2012.

Lanjutnya, perseroan juga akan memaksimalkan sinergi usaha dengan PT Trikomsel Oke guna mengembangkan loyalitas pelanggan, dan hubungan jangka panjang program khusus pelanggan dan CRM Promo, “Perseroan akan menambah beberapa merek baru dalam portofolio produk dan perluasan jaringan dengan penambahan oultet dan jumlah sub dealer atau reseller, “ujarnya.

Bagikan Dividen

Disamping itu, hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 51 perlembar saham atau setara Rp 56,67 miliar. Sisanya akan digunakan sebagai laba ditahan, “Kinerja keuangan tahun 2012 mengalami peningkatan, laba komperenshif tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 45,8% dari Rp77,57 miliar 2012 menjadi Rp 113,12 per 31 Desember 2012,”kata Evy Soenaryo.

Sementara untuk target laba tahun ini, dirinya menyakini bisa tumbuh sekitar 15-20%. Direktur Keuangan PT Global Teleshop Tbk, Junuar Chandra menambahkan, pertumbuhan laba tersebut akan ditopang oleh penjualan produk dan lain-lainnya.

Selain itu, total aset perseroan juga mengalami pertumbuhan 15,3% menjadi Rp1,03 triliun dari Rp 893,44 miliar tahun 2011. Sedangkan total liabilitas, lanjutnya, mengalami penurunan 13,9% dari Rp 614,29 miliar menjadi Rp 713,81 miliar di tahun 2011.

Januar mengungkapkan, perseroan membukukan sebesar Rp 1,86 triliun tahun 2011 menjadi Rp2,96 triliun. Kontributor dari pendapatan yang terbesar dari distribusi atau penjualan voucher sebesar 64%, sementara 36% dari ritel.

Kuartal Pertama

Kemudian sepanjang kuartal pertama tahun ini, perseroan berhasil membukukan pertumbuhan laba komperenshif tumbuh 77,6% menjadi 47,64 miliar dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp26,83 miliar.

Sementara itu, pendapatan netto juga mengalami peningkatan sebesar 19,93% dari Rp 682,13 miliar menjadi Rp 818,10 miliar per 31 Maret 2013. Sedangkan total liabilitas tercatat sebesar Rp 695,91 miliar, mengalami peningkatan 13,2% dari Rp 614,29 miliar.

Sekedar informasi PT Global Teleshop Tbk Global Teleshop adalah perusahaan yang bergerak dalam industri selular, baik produk handset maupun operator (Simcard dan Voucher). Cakupan bisnis Global Teleshop meliputi distribusi, retail, dan after sales (layanan purna jual). Produk-produk yang dipasarkan di jaringan ritel Global Teleshop meliputi antara lain Apple, Acer, Blackberry, HTC, Nokia, LG, Lenovo, Samsung Sony. Global Teleshop mengelola 320 outlet dan memiliki hubungan bisnis dengan lebih 37.500 reseller di seluruh Indonesia. (nurul)

Related posts