Penjualan Tiphone Ditopang Voucher Seluler - Catatkan Penjuakan Rp 1,7 Triliun

NERACA

Jakarta – Meningkatnya daya beli masyarakat rupanya memberikan berkah terhadap penjualan PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE). Pasalnya, kemampuan masyarakat untuk membeli telekomunikasi seluler mendongkrak penjualan perseroan.

Direktur Utama PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk Tan Lie Pin mengatakan, pendapatan perseroan masih disumbang oleh penjualan voucher seluler sebesar 89%, “Pada triwulan I-2013, penjualan voucher mencapai Rp1,752 triliun atau meningkat sekira 16,5% dibandingkan triwulan I-2012 hanya Rp1,463 triliun,”ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (2/5).

Dia juga menyebutkan, laba sepanjang triwulan pertama tahun ini sebesar Rp51,864 miliar atau naik 24,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp39,083 miliar.

Kenaikan laba bersih ini dipicu dari peningkatan pendapatan bersih perseroan, baik dari penjualan voucher maupun penjualan ponsel, yang pada triwulan I tahun ini yang mencapai Rp1,978 triliun atau naik 17,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp1,627 triliun.

Sementara pendapatan dari ponsel juga meningkat sebesar 24,5% menjadi Rp196,9 miliar pada triwulan I tahun ini. Selain adanya pertumbuhan dalam penjualan ponsel merek Tiphone sendiri, upaya perseroan dalam mengembangkan gerai smartphone bekerja sama dengan Samsung juga ikut meningkatkan pendapatan dari ponsel ini.

Kata Tan Lie Pin, tahun ini perseroan masih fokus dalam pengembangan distribusi, khususnya voucher yang memberikan kontribusi terbesar pendapatan perseroan. Tiphone menargetkan peningkatan jumlah reseller sebesar 15% dari sekira 175 ribu reseller sampai dengan akhir tahun ini, “Target kami akan ada sekira 200 ribu reseller sampai dengan akhir tahun ini. Selain itu, kami juga akan menambah gerai-gerai smartphone bekerja sama dengan Samsung, untuk mewujudkan rencana kami sebagai distributor Samsung terbesar di Indonesia,\" tandasnya.

Belanja Modal

Sementara Corporate Secretary PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk, Semuel Kurniawan mengatakan, tahun ini Tiphone menganggarkan dana capex sebesar Rp500 miliar. Dana itu akan dipakai untuk perluasan jaringan distribusi, “Saat ini kami sedang dalam tahap finalisasi akuisisi distributor iPhone dan Samsung. Kami harapkan proses itu akan selesai dalam waktu dekat, sehingga kami bisa lebih fokus dalam penjualan produk smartphone dari iPhone maupun Samsung, yang merupakan dua merek smartphone paling laris saat ini,\"jelasnya.

Sebagai informasi, tahun lalu perseroan berhasil membukukan laba usaha sebesar Rp298,286 miliar atau meningkat sebesar 22,8% dibandingkan laba usaha pada 2011 lalu yang mencapai Rp242,891 miliar.

Perseroan juga berhasil meningkatkan kinerja penjualannya sebesar 17,2% menjadi Rp8,194 triliun pada 2012 lalu, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp6,988 triliun. Pendapatan utama perusahaan masih dalam penjualan voucher seluler yang mencapai Rp7,628 triliun atau naik sebesar 27,3 persen dibandingkan 2011 yang hanya Rp5,993 miliar. Pada 2012 lalu, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 203,624 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Kadin: Industri Tidak Bisa Langsung Tumbuh Meski Harga Gas Turun

NERACA Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menilai bahwa penurunan harga gas industri yang rencananya akan mulai berlaku…

Beli Rumah di Usia Muda Bukan Lagi Mustahil

Empat tahun sejak di lantik menjadi perwira polisi, Nuril Fajar (25) memberanikan diri mengambil rumah di usia muda. Hal ini…

Dongkrak Aset Jadi Rp 27,9 Triliun - META Operasikan Proyek Tol dan PLTM

NERACA Jakarta - Genjot pertumbuhan pendapatan dan aset, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META)  bersiap mengoperasikan dua proyek infrastruktur dan melanjutkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rampungkan Rights Issue - Glencore Akuisisi Saham CITA Rp 1,19 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah melorotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan sentien virus…

Bentuk Manajemen Baru - Saham AISA Dipastikan Tidak Didelisting

NERACA Jakarta – Resmi terbentuknya manajemen baru pasca tersandung masalah hukum hingga berujung suspensi saham yang berkepanjangan, kini manajemen PT…

Rights Issue, ASSA Lepas 1,25 Miliar Saham Baru

Galang pendanaan di pasar modal, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) bakal melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih…