PEMKAB BOGOR REKRUT RIBUAN PTT KESEHATAN RS. Arjawinangun Cirebon Butuh Dana Rp. 226 M

Cirebon – Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Arjawinangun mengusulkan pembangunan lanjutan gedung RSUD Arjawinangun pada tahun 2012 dengan anggaran sebesar Rp. 226,879 miliar.

Sementara itu Pemkab Bogor akan merekrut ribuan PTT (Pegawai Tidak Tetap) Kesehatan untuk memnuhi kebutuhan tenaga medis di Bogor.

NERACA

Dirut RS. Arjawinangun, Koestedja mengatakan, dana sebesar itu meliputi pembangunan gedung rawat inap Jamkesmas lantai 2 seluas 929 m2. Nilainya mencapai Rp. 10. miliar. Kemudian pengerjaan External Work Rp. 10 miliar. Pekerjaan Tambahan Rp 101,879 miliar berupa pembangunan Gedung Serbaguna,. Disamping itu, ada pembangunan Rumdin Direktur, Masjid, Kolam renang, dan fasilitas Hostel. Sedangkan untuk pengadaan Alkes, dibutuhkan dana sebesar Rp. 125 miliar.

Data yang diperoleh Harian Ekonomi Neraca menyebutkan, pada bulan Desember 2010 lalu, RS. Arjawinangun telah resmi ditingkatkan statusnya menjadi RS Tipe B. Hal tersbut sesuai SK Menkes No 03/05/5/7873/2010. Lalu, tanggal 1 Juni 2011 lalu, Peraturan Daerah tentang peningkatan kelas menjadi kelas B ini, telah disahkan oleh DPRD Kabupaten Cirebon. Dengan demikian SOTK menajemen RSUD Arjawinangun otomatis mengalami penyesuaian perubahan dari sebelumnya.

Hal tersebut sesuai dengan Visi Misi RSUD Arjawianangun menjadikan sebagai rumah sakit Tipe B terbaik sewilayah Cirebon. Lokasi yang memang berada di jalur Pantura, Rumah Sakit ini mempunyai pelayanan unggulan, diantaran pelayanan Trauma Center.

“Saat ini RSUD Arjawinangun memiliki 246 tempat tidur, termasuk 167 tempat tidur ruang kelas 3 yang terbanyak. Sedangkan untuk SDM RSUD Arjawinangun ini memiliki 30 dokter spesialis, 4 dokter gigi, dan 26 dokter umum, dengan jumlah perawat sebanyak 216 orang. Mudah-mudahan kami bisa memberikan pelayan terbaik,” kata Koestedja.

Koestedja menambahkan, pada tahun 2010 jumlah kunjungan rawat jalan di RSUD Arjawinangun mencapai 7.7058, dan kunjungan rawat inap sebanyak 16.886, serta kunjungan IGD sebanyak 15.651 pasien. man

Rekrut 1.880 PTT

Sementara itu di Pemkab Bogor, minimnya tenaga kesehatan di wilayah bumi tegar beriman, membuat Pemerintah Kabupaten Bogor berencana akan merekrut sedikitnya 1.880 Pegawai Tidak Tetap (PTT] di lingkungan kesehatan yang nantinya akan ditempatkan di beberapa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan puskesmas.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor Hj Aty Guniarwaty mengatakan, 1.880 PTT tersebut nantinya akan ditempatkan di RSUD Ciawi 211 orang, RSUD Cibinong 286 orang, RSUD Leuwiliang 91 orang dan Pusk­esmas diseluruh wilayah Kabupaten Bogor sebanyak 1.292 orang.

"Penerimaan PIT nanti akan diumumkan pada tanggal 21 Juni besok. Selain diumumkan melalui website Kabupaten Bo­gor, pengumuman juga akan ditempel di BKPP, Dinas Kesehat­an, RSUD dan puskesmas diseluruh wilayah Kabupaten Bo­gor," ujarnya kemarin.

Dikatakan Aty, penerimaan dan penelitian berkas sendiri akan dilaksanakan 22-28 Juni 2011 dan bagi peserta yang lolos persyaratan administrasi dipersilahkan mengambil nomor ujian 31 Juni sampai 1 Juli di kantor BKPP Kabupaten Bogor jam kerja.

Lebih lanjut dia menerangkan, tes akan dilaksanakan dl gedung tegar beriman 6 Juli. Khusus dalam pelaksanaan test, Pemkab Bogor akan menggandeng kalangan akademisi dari Universitas Padjajaran.

"Untuk test penerimaan Pemkab telah menjalin kerjasama dengan pihak Universitas Padjajaran dan nama-nama peserta yang lulus akan diumumkan pada tanggal 8 Juli melalui website Kabupaten Bogor. Setelah itu, peserta yang dinyatakan lo­los diwajibkan lapor diri ke BKPP 11-12 Juli pada jam kerja," urai mantan Sekdis BKPP ini.

Apabila peserta yang dinyatakan lolos tidak melaporkan dirinya pada waktu yang telah ditentukan, sambung Aty, maka yang bersangkutan dinyatakan gugur, dan akan digantikan oleh peserta lainnya yang menempati peringkat di bawahnya.

'Untuk petikan SK pengangkatan direncanakan akan diserahkan 19 Juli yang akan datang. Para PTT ini nantinya bekerja dengan sistem kontrak selama satu tahun, apabila selama satu tahun dia menunjukkan kinerja yang memuaskan maka masa kontraknya akan diperpanjang lagi," pungkasnya.

BERITA TERKAIT

Batam Butuh Regulasi Pasti

  Oleh: Dr. Enny Sri Hartati Direktur Indef Pertama, kita sering gagal paham. Dulu pak Habibie membangun Batam adalah sebagai…

Strategi Memperbaiki Layanan BPJS Kesehatan

  Oleh: Aura Nabila, Mahasiswi Ekonomi Syariah UII Pemerintahan era  Joko Widodo telah berupaya mengatasi defisit keuangan BPJS Kesehatan melalui…

Butuh Kolaborasi Tingkatkan Daya Saing Pasar Rakyat

NERACA Jakarta – Daya saing yang dimiliki oleh pasar rakyat memiliki potensi besar dibandingkan dengan pasar swalayan. "Artinya secara daya…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pemkot Denpasar Raih Penghargaan Moveable Children’s Playground - Komitmen Penuhi Fasilitas Ruang Bermain dan Hak Anak

Pemkot Denpasar Raih Penghargaan Moveable Children’s Playground Komitmen Penuhi Fasilitas Ruang Bermain dan Hak Anak NERACA Bandung - Penghargaan Kota…

Nenek Musinem: "I Love You Bapak Jokowi"

Nenek Musinem: "I Love You Bapak Jokowi" NERACA Jakarta - Seorang Nenek bernama Musinem diterima dan diajak salaman Presiden Joko…

Pemkot Sukabumi Terus Berikan Perhatian Kepada Penyandang Disabilitas

Pemkot Sukabumi Terus Berikan Perhatian Kepada Penyandang Disabilitas NERACA Sukabumi - Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mengakui jika fasilitas khusus untuk…