Indonesia Air Transport Anggarkan Belanja Modal US$ 15 Juta

NERACA

Jakarta – Guna mendukung ekspansi bisnis tahun ini, PT Indonesia Air Transport Tbk (IATA) mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 15 juta. Nilai ini meningkat 40% dari tahun lalu untuk disesuaikan dengan target ekspansi perseroan.

Presiden Direktur dan CEO IATA, Syafril Nasution mengatakan, hingga kuartal pertama ini saja realisasi belanja modal sudah mencapai US$ 10,1 juta untuk penambahan pesawat jenis ATR, “Selain itu investasi juga dilakukan untuk persiapan eksekusi kontrak baru dengan PT Vale Indonesia Tbk (INCO),”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Disebutkan, perseroan telah diumumkan sebagai pemenang tender penyediaan pesawat dari INCO untuk kontrak 5 tahun plus opsi perpanjangan tiga tahun lagi. Selain itu, tahun ini perseroan juga menargetkan pendapatan tahun ini mencapai Rp 1,1 triliun, meningkat dari tahun 2012 senilai Rp 269,3 miliar.

Kata Syafril, bisnis penerbangan reguler senilai Rp 734,7 miliar atau sebesar 66% diharapkan dapat menyumbang untuk target pendapatan tahun 2013, “Bisnis pesawat sewa diharapkan dapat menyumbang Rp 342 miliar atau sebesar 31%, sedangkan anak usaha MNC Infrastruktur Utama sebesar Rp 36,3 miliar atau 3%,”paparnya.

Bisnis penerbangan reguler diharapkan akan semakin besar dengan penambahan tiga rute baru dari Bandung ke Balikpapan, Makassar, dan Denpasar. Pusatnya masih di Bandung dan tahun ini kita akan menambah satu Boeing,\\\\\\\" jelasnya.

IATA tahun ini juga menargetkan restrukturisasi keuangan supaya lebih sehat. Hal ini akan dilakukan dengan restrukturisasi utang bank, dan juga penjualan pesawat yang tidak efektif. Perseroan akan menjual beberapa pesawat senilai US$ 35 juta yang diharapkan dapat menekan jumlah utang.

Selama ini perseroan fokuskan bisnis penyewaan pesawat di wilayah Kalimantan Timur, karenanya dari bisnis ini diharapkan dapat memberi kontribusi yang cukup untuk pendapatan IATA, “Di Kaltim potensi cukup tinggi karena jumlah bisnis pertambangan cukup tinggi dan transportasi masih sedikit. Tahun ini perseroan menargetkan akan melakukan pinjaman sindikasi mencapai US$ 19 juta dari beberapa bank seperti Muamalat, Permata, Mandiri Syariah, dan lainnya,\\\\\\\" jelas Syafril.

Selain itu, anak usahanya MNC Infrastruktur Utama kedepannya juga akan menyasar beberapa proyek. Saat ini anak usaha tersebut akan fokus di proyek jetty coal di Kaltim dan juga Sumatera Selatan. Selanjutnya, anak usaha ini akan merambah bisnis jalan tol, bandara udara, dan pembangkit listrik di kawasan tengah Indonesia. Saat ini masih dalam tahap penjajakan target ekspansi, “Grup MNC ingin mengembangkan bisnis infrastruktur di bawah kami, sehingga saat ini dalam persiapan pengembangan bisnis,\\\\\\\" ungkapnya. (nurul)

Related posts