Kemendikbud Gelar Pelatihan Guru Sejarah - Ilmu Sejarah Bukan Hapalan

Pelajaran sejarah menjadi sangat penting untuk kehidupan dikarenakan begitu banyak nilai-nilai luhur yang dapat di pelajari dan di petik dari peristiwa-peristiwa sejarah. Ya, sejarah memberi gambar lengkap dan kogkrit tentang kehidupan masa lampau dan menjadi pedoman yang baik untuk menentukan langkah yang akan di ambil untuk hari depan.

Selain itu, secara tidak langsung warisan leluhur telah terjaga. Mempelajari sejarah juga merupakan bentuk penghargaan dan penghormatan generasi saat ini terhadap apa yang telah di lakukan oleh pendahulu.

Ironisnya, guru yang memiliki andil dalam menentukan minat siswa, cara mengajar masih bersifat menghapal nama pejuang atau tokoh, tempat kejadian, tanggal bulan dan tahun kejadian. Padahal sejarah mempelajari hal-hal yang lebih dalam dan bermakna dari pada sekedar hapalan semata.

Seperti yang diungkapkan oleh Direktur Sejarah dan Nilai Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Endjad Djaenuderadjat. Menurut dia, selama ini guru masih menyampaikan materi pelajaran sejarah dengan hafalan. Oleh karena itu, sambung dia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia akan menggelar pelatihan dan workshop kepada guru-guru sejarah di Indonesia.

\"Kemendikbud akan melakukan pencerahan kepada guru-guru sejarah melalui pembinaan,workshop. Tahun 2013 akan diundang 60 guru sejarah se-Indonesia yang akan dilakukan Juni mendatang di Bogor. Sedangkan untuk pelaksanaan di daerah-daerah akan dilakukan mulai September 2013,\" kata Endjad

Dia menjelaskan pelatihan tersebut dalam rangka mengubah paradigma guru dalam mengajarkan mata pelajaran sejarah. Melalui pelatihan selalma seminggu yang ditambah dengan historical thingking, historical procees, Guru sejarah dapat mendalami dan menjiwai sejarah itu. Setelah mendapatkan pelatihan, guru-guru sejarah itu akan kembali ke daerah masing-masing untuk mengimplementasikan apa yang telah didapatkan.

BERITA TERKAIT

Wakil Presiden - Ancaman Terbesar Indonesia Bukan Lagi Perang Fisik

Jusuf Kalla Wakil Presiden Ancaman Terbesar Indonesia Bukan Lagi Perang Fisik  Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tantangan yang…

Gelar Rights Issue - Radana Finance Bidik Dana Rp 696,5 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan dalam rangka menunjang ekspansi bisnisnya, PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) bakal menggelar aksi…

Pakar: UU Siber Bukan Lagi Mendesak, Tapi Darurat

Pakar: UU Siber Bukan Lagi Mendesak, Tapi Darurat   NERACA Jakarta - Pakar hukum telematika Universitas Indonesia (UI) Edmon Makarim menegaskan…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Industri Harus Aktif Kerjasama dengan Pendidikan Vokasi

      Pengembangan dan perbaikan sistem pendidikan vokasi menjadi bagian dari fokus kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya…

Menghidupkan “Surga Baru” Belanja Buku di Jakarta

    Ruang luas sejuk nan bersih akan menyambut setiap pengunjung saat menjejakkan kaki di lantai tiga Pasar Kenari, salah…

Tantangan Anak dan Keluarga dalam Peringatan Hari Anak Nasional

    Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen-PPA) akan memusatkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2019…