Bangun Kecerdasan, Maksimalkan Potensi Wanita

Belum lama ini, tepatnya 21 April lalu Indonesia memperingati hari lahir sosok fenomenal pencetus emansipasi wanita. Siapa lagi kalau bukan R.A Kartini. Impian dari Kartini adalah kesetaraan pendidikan bagi perempuan Indonesia. Karena tanpa pendidikan, wanita hanya akan menjadi bagian yang tidak diperhitungkan.

Dalam dunia pendidikan, kesetaraan menjadi pedoman keberhasilan dalam pembangunan bangsa, dimana wanita Indonesia berhak mengenyam pendidikan tinggi dan berhak untuk maju. Ya, wanita berhak untuk bisa cerdas dan memaksimalkan potensi dirinya serta mengaktualisasikan kemampuannya di bidang apapun yang disukai.

Prof. Endang Purwati,MS,Ph.D mengatakan Semangat Kartini dalam mendapatkan hak-hak perempuan dan perannya diharapkan dapat menjadi panutan wanita dimasa sekarang. Pendidikan adalah salah satu sarana untuk mendapatkan predikat seorang ibu yang baik sehingga mampu mendidik anak-anaknya lebih baik. Maka seorang Kartini modern harus memiliki pendidikan tinggi, namun tetap dapat membagi waktunya dalam hal karir dan keluarga.

“Selain itu wanita juga dapat menunjang pembentukan sumber daya manusia cerdas dan bermoral. Kemudian wanita juga memiliki peranan dalam mengembangkan kewirausahaan dan teknologi,” ujar dia.

Keberadaan wanita di tengah masyarakat, terutama wanita yang berpendidikan sangat berperan dalam pembangunan, seperti besarnya peran Kartini bagi kemajuan bangsa. Dengan pendidikan, peran wanita saat ini tidak lagi di pandang sebelah mata tetapi sudah menjadi bagian penting dalam berbagai kegiatan dan aktivitas di masyarakat.

Kita bisa lihat masa sekarang ini, semua wanita sudah bisa memiliki pendidikan yang tinggi, pemikiran yang maju dan mempunyai karir yang hebat dan semuanya sudah bisa disetarakan dengan kaum laki-laki. Bahkan, sejumlah jabatan penting di pemerintahan, instansi, perusahaan serta partai politik dipegang oleh wanita tanpa harus melupakan kodratnya sebagai wanita.

Selain itu, wanita yang berpendidikan telah berkontribusi sebanyak 43% dalam mengurangi malnutrisi anak. Tidak cukup dengan pendidikan formal, wanita juga harus memiliki pengatahuan dan kesadaran untuk memberikan makanan bergizi pada anaknya. Sehingga ibu rumah tangga yang memiliki pengetahuan mengenai gizi dapat menelaah bahan makanan yang bernutrisi di sekitarnya untuk kemudian diolah.

Seperti yang telah diketahui, dalam meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yang dibutuhkan ialah peningkatan kualitas kaum ibu terlebih dahulu. Karena wanita memegang peranan penting dalam reformasi ekonomi serta pembangunan. Untuk itu sudah seharusnya wanita lebih berperan aktif dalam pengembangan pendidikan.

BERITA TERKAIT

Bangun Pabrik di Jawa Tengah - PBID Targetkan Konstruksi Kuartal 1/2019

NERACA Jakarta – Rencana pembangunan pabrik baru di Jawa Tengah, terus di kejar progresnya oleh PT Panca Budi Idaman Tbk…

Bulog Sumsel-Babel Maksimalkan Penyerapan Beras Petani

Bulog Sumsel-Babel Maksimalkan Penyerapan Beras Petani NERACA Palembang - Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bangka Belitung pada…

Penetrasi Pasar Lebih Luas - Comforta Bangun Pabrik di Kalimantan Timur

NERACA Samarinda -Comforta Springbed, kasur pegas terkenal di Singapura dan Indonesia melakukan ekspansi bisnisnya lewat perluasan pabrik di Samarinda Central…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Peran Ibu Tak Akan Tergantikan dengan Teknologi

    Peranan ibu dalam mendidik anak tidak dapat digantikan oleh kemajuan teknologi seperti pada era digital saat ini, kata…

Pendidikan untuk Si Kecil di Era Teknologi

      Pada era millenial seperti saat ini, teknologi digital menjadi realitas zaman yang tidak dapat dihindari. Seiring perkembangan…

Mengapa Anak Usia 7 Tahun Ideal Masuk SD

    Selain kemampuan intelektual, kesiapan mental anak juga harus dipertimbangkan dalam aktivitas kegiatan belajar di jenjang pendidikan Sekolah Dasar…