Hukuman Penjara Tidak Adil

Dua putusan dari dua pengadilan yang menurut kami adalah putusan yang tidak adil dan tidak berdasarkan KeTuhanan Yang Maha Esa telah dijatuhkan pada 16 juni 2011 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dan PN Jakarta Barat.

Dua putusan yang kami baca dimedia cetak ini telah menghukum seorang terdakwa korupsi Agus Condro di Pengadilan Tipikor dengan hukuman penjara satu tahun tiga bulan, dan 4 orang terdakwa yang iseng berjudi kecil-kecilan (hanya Rp. 500,-) di PN Jakarta Barat dengan hukuman penjara satu tahun empat bulan.

Menurut kami, putusan ini sungguh jauh dari rasa keadilan karena Agus Condro adalah “peniup pluit” kasus dugaan suap cek pelawat dimana kasus tidak akan terungkap jika terdakwa tidak melaporkan hal ini ke KPK, dan hukuman untuk 4 terdakwa kasus judi dijatuhkan adalah untuk dua orang kakek dan dua orang nenek yang saat hadir di sidang saja mesti dipapah. Perbuatan iseng mereka bertujuan hanya untuk menghabiskan sisa-sisa waktu, bukan untuk menjadi profesi atau mencari kemenangan (perbuatan iseng ini hanya untuk mengisi hari tua yang tidak ada kegiatan).

Patutkah hukuman yang berat ini dijatuhkan pada mereka? Apakah putusan ini adil (dua putusan ini tidak dilakukan banding)? Terima Kasih

Khoe Seng Seng

ITC Mangga Dua Lt 2 blok B 42, Jakarta 14430

BERITA TERKAIT

Pemeriksaan Penumpang di Bandara Tidak Seragam

Saat ini belum ada SOP yang seragam dalam pemeriksaan penumpang (body scanning) di Bandara. Di Soekarno Hatta, Tangerang dan Sepinggan,…

Jika Presiden Tidak Turun Tangan, SP PLN Ancam Mogok Kerja - Permasalahan Di PLN

      NERACA   Jakarta - Serikat Pekerja Perusahaan Listrik Negara (SP PLN) mendesak Presiden Joko Widodo untuk turun…

PT Pupuk Kujang Menjamin Ketersediaan Pupuk Aman di Musim Tanam - Petani Tidak Usah Khawatir Stok Mencukupi

PT Pupuk Kujang Menjamin Ketersediaan Pupuk Aman di Musim Tanam Petani Tidak Usah Khawatir Stok Mencukupi NERACA Sukabumi - PT…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Bilateral dan Multilateral

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi., Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo   KTT ASEAN ke-33 pada 11-15 Nopember lalu…

Isu TKA Bertujuan Jatuhkan Kredibilitas Pemerintah

    Oleh: Anisa Medina, Pemerhati Ekonomi, Sosial dan Politik   Pada 2016, China telah duduk di posisi ke-3 sebagai…

Teknologi “QR Code” Ubah Perekonomian Indonesia

  Oleh : Maria Natasia, GenBI Universitas Negeri Jakarta Perkembangan dalam dunia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang sangat pesat,…