Menteri BUMN Dukung Gubernur Jokowi - Audit Proyek Casablanca

Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan mendukung Gubernur DKI Jokowidodo untuk melakukan audit terhadap proyek pembangunan jalan nontol Kampung Melayu-Tanah Abang. \"Saya mendukung Jokowi untuk audit jalan nontol Casablanca, kalau memang ada BUMN yang tidak beres bongkar saja,\" kata Dahlan, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa.

Menurut Dahlan, audit terhadap proyek tersebut harus dipercepat karena operasional jalan yang sudah hampir selesai sudah ditunggu oleh masyarakat. \"Saya tidak akan menutup-nutupi, bahkan akan ikut membongkar jika memang ada indikasi permainan dalam proyek tersebut,\" tegas Dahlan.

Mantan Dirut PT PLN ini pun mengharapkan agar proyek tersebut tetap dijalankan karena karena hanya butuh waktu 1,5 bulan saja. \"Proyek itu jangan dikorbankan karena tinggal menyelesaikan sekitar 10 meter saja, jalan layang yang persis di atas jalan Sudirman,\" ujar Dahlan.

Diketahui proyek jalan layang nontol Kampung Melayu-Tanah Abang sepanjang terpaksa ditunda pengerjaannya karena ada yang harus ditata ulang agar tidak terjadi kerugian negara.

Proyek jalan layang dengan anggaran sekitar Rp101,5 miliar tersebut diindikasikan ada yang tidak beres dalam pengerjaannya, yang mengakibatkan terjadi penundaan pembayaran.

Istaka Dahlan menyebutkan terdapat dua BUMN Karya yang dilibatkan dalam proyek jembatan layang Casablanca tersebut yaitu, PT Istaka Karya dan PT Adhi Karya, PT Wijaya Karya, dan PT Nindya Karya.

Akibat penundaan pembayaran tersebut, mengakibatkan Istaka juga menghentikan proyek yang dimaksud. \"Saat ini Istaka masih punya tagihan kepada Pemda DKI yang belum dibayar sekitar Rp24 miliar. Tapi Istaka menyadari sepenuhnya mungkin diperlukan proses administrasi dan Istaka juga mendukung kalau diadakan audit,\" tegas Dahlan.

Meski demikian Dahlan meminta agar Istaka tetap melanjutkan pengerjaan yang ditangani perusahaan yang tinggal hanya sekitar 10 meter saja tersebut. \"Istaka sesungguhnya sedang mencari pinjaman kepada pihak ketiga, perbankan agar bisa menyelesaikan proyek tersebut tanpa menunggu pembayaran oleh Pemda DKI. Tapi karena proses pencarian pinjaman memakan waktu, sementara proyek tersebut sudah dihentikan,\" ujar Dahlan.

Ia menambahkan, proyek itu belum bisa dikatakan terlambat karena sesuai dengan kontraknya seharusnya selesai akhir Juni 2013. \"Istaka merasa tidak ada permainan dalam proyek tersebut. Istaka juga merasa tidak menyogok dalam proyek tersebut karena ketika tender dilakukan Istaka sendiri dalam posisi tidak punya uang sama sekali, bahkan saat itu dalam proses pailit,\" ujar Dahlan.

Sementara itu, Wijaya Karya (Wika) menurut Dahlan sudah menyelesaikan seluruh proyeknya dan tidak punya tagihan kepada Pemda DKI. \"Saya sudah cek, kewajiban Pemda DKI kepada Adhi Karya semuanya sudah dibayarkan, sehingga tidak punya masalah soal tagihan,\" ujar Dahlan.

BERITA TERKAIT

Presiden Jokowi: Korupsi Kecil dan Besar Sama-sama Tidak Boleh

Presiden Jokowi: Korupsi Kecil dan Besar Sama-sama Tidak Boleh   NERACA Jakarta - Presiden Joko Widodo menegaskan baik korupsi kecil maupun…

Kaligis Luncurkan Buku "KPK Bukan Malaikat" di Penjara

Kaligis Luncurkan Buku "KPK Bukan Malaikat" di Penjara   NERACA Bandung - Pengacara OC Kaligis meluncurkan buku bertajuk Komisi Pemberantasan Korupsi…

Produsen Minta Pemerintah Tindak Tegas Kasus Pemalsuan

Produsen Minta Pemerintah Tindak Tegas Kasus Pemalsuan   NERACA Jakarta - Direktur PT Usaha Jaya Primatek (UJP) Tommy Halim selaku pemasok…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Peroleh Pembiayaan Bank dengan Jaminan HKI Tak Mustahil

Peroleh Pembiayaan Bank dengan Jaminan HKI Tak Mustahil   NERACA Jakarta - Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, mengungkapkan, memperoleh pembiayaan…

Indonesia Akan Luncurkan Indeks Akses untuk Keadilan

Indonesia Akan Luncurkan Indeks Akses untuk Keadilan   NERACA Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), berkolaborasi dengan konsorsium berbagai lembaga…

Satgas Saber Pungli Sudah Terima 37 Ribu Laporan - Sejak Berdiri 2016

Satgas Saber Pungli Sudah Terima 37 Ribu Laporan Sejak Berdiri 2016   NERACA  Bogor - Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar…