Tanam Sawit, Astra Agro Serap Capex Rp 600 Miliar - Kinerja Kuartal Pertama

NERACA

Jakarta –Meskipun harga komoditas saat ini tengah melempem, tidak membuat PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) konservatif dalam ekspansi bisnisnya. Bahkan anak usaha PT Astra Internasional Tbk ini akan meningkatkan produksi kelapa sawit untuk mengerek penjualan tahun ini.

Kata Direktur Utama PT Astra Agro Lestari Tbk, Widya Wiryawan, tahun ini perseroan telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp600 miliar dari target belanja modal sebesar US$350 juta, “Dana belanja modal untuk peningkatan produksi serta perawatan perkebunan kelapa sawit,”katanya di Jakarta, Selasa (23/4).

Dia juga menyebutkan, sumber pendanaan belanja modal berasa dari kas internal perseroan dan perbankan. Disebutkan, dana belanja modal dialokasikan untuk penanaman di lahan baru serta perawatan di sejumlah perkebunan di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera.

Selain itu, sebagian dana capex juga akan digunakan untuk pembangunan dua pabrik pengelolaan Crude Palm Oil (CPO) di Kalimantan dan Aceh. Sehingga pada tahun ini, perseroan dapat meningkatkan produksi CPO, “Nanti di pabrik baru, bisa produksi 45 ton per jam, sehingga keduanya bisa produksi 90 ton per jam (CPO). Dengan dua pabrik baru ini, maka perseroan memiliki 28 pabrik,\" ujarnya.

Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp685 per saham dari perolehan laba bersih pada tahun 2012 lalu sebesar Rp2,41 triliun.

Bagikan Dividen

Dia menuturkan, perseroan sudah membagikan dividen interim sebesar Rp230 per saham yang telah dibayarkan pada 5 November 2012. Perseroan akan membagikan sisa dividen 2012 sebesar Rp 455 per saham yang akan dibayarkan mulai 3 Juni 2013.

Disamping itu, para pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan. Sebagai informasi, pada kuartal pertama tahun ini perseroan mencatatkan adanya peningkatan luas area tanaman kelapa sawit menjadi 274.149 hektar terdiri dari 213.777 hektar kebun inti dan 60.372 hektar kebun plasma.

Dari total areal lahan tersebut, areal tanaman menghasilkan mencapai 235.711 hektar, sementara areal tanaman belum menghasilkan seluas 38.438 hektar. Sementara produksi Tandan Buah Segar (TBS), mencapai 1,2 juta ton atau naik 9,8% dibandingkan periode yang sama dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,09 juta ton. Dari total TBS tersebut, Sumatera menghasilkan 507.384 ton (42%), Kalimantan 475.479 ton (39%) dan Sulawesi 225.115 ton (19%).

Kemudian produksi CPO yang dihasilkan perseroan pada kuartal 1 2013 mencapai 352.093 ton atau meningkat 21,7% dari tahun lalu sebesar 289.391 ton. Disebutkan, produksi tersebut berasal dari area Sumatera sebesar 147.975 ton, Kalimantan 134.607 ton dan Sulawesi sebesar 69.511 ton.

Tahun 2012, PT Astra Agro Lestari Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp2,41 triliun atau naik tipis 0,2% pada 2012 jika dibandingkan tahun sebelumnya Rp 2,40 triliun. Laba ini didukung oleh meningkatnya pendapatan bersih AALI sebesar 7,3% menjadi sebesar Rp11,56 triliun dari sebesar Rp10,77 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

RIMO Catatkan Laba Bersih Rp 83,81 Miliar

NERACA Jakarta - Di semester pertama 2018, PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) mencatatkan laba bersih sebesar Rp83,81 miliar  atau naik 175,14%…

Hakaaston Terbitkan MTN Rp 200 Miliar - Tawarkan Kupon 9,50%

NERACA Jakarta – Sempat tertunda rencana aksi korporasi penerbitan surat utang atau medium term notes, PT Hakaaston kembali menjadwalkan ulang…

Akseleran Targetkan Penyaluran Pembiayaan Rp200 Miliar

  NERACA   Jakarta - PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) menargetkan untuk bisa menyalurkan pembiayaan sebesar Rp200 miliar hingga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Buana Lintas Lautan Tumbuh 48.5%

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) berhasil memperoleh laba bersih US$7,44 juta untuk periode Juni 2018, meningkat 48.5% dari periode…

Investor Summit 2018 Berlanjut di Balikpapan

Rangkaian investor summit 2018 berlanjut di kota Balikpapan sebagai kota tujuan ketujuh dengan menghadirkan empat perusahaan tercatat yang menggelar paparan…

Saham DIGI Masuk Dalam Pengawasan BEI

Jakarta - Mengalami kenaikan harga saham di luar kebiasaan atau biasa disebut unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Arkadia…