Stock Split Saham Telkom Direspon Positif - Tingkatkan Nilai Transaksi

NERACA

Jakarta – Rencana PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melakukan pemecahan nilai nominal saham atau stock split, direspon positif dan bahkan didukung langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.

Menurut Dahlan, rencana Telkom melakukan stock split diyakini dapat meningkatkan transaksi perdagangan saham Telkom, “Harga saham Telkom sudah terlalu mahal, sehingga perlu stock split. Nanti kalau harga sahamnya terlalu mahal nanti transaksinya malah jadi kecil,\" katanya di Jakarta, Senin (22/4).

Dahlan menambahkan, tindakan Telkom dinilai normal saja dan hal ini pernah dilakukan PT Semen Indonesia Tbk, walaupun harga saham BUMN semen tersebut kembali mahal.\"Itu normal saja bagi perusahaan yang harga sahamnya sudah terlalu mahal bahwa ada baiknya di stocksplit, mekanismenya saya serahkan sepenuhnya pada koorporasi (Telkom),\" ujarnya.

Pada perdagangan saham Senin (22/4/2013), saham TLKM naik 4,70% ke level Rp12.250 per saham. Sebelumnya, Direktur Utama Telkom Arief Yahya pernah bilang, perseroan akan melakukan stock split dengan rasio 1:5.

Stock split, lanjutnya, dinilai menjadikan saham perseroan lebih likuid dan mudah dijangkau investor. “Saham kita menjadi lebih likuid, dan angka itu kan menuju persepsi. Secara konsisten rata-rata saham kita Rp10 ribu, itu angka psikologis.”katanya.

Menurutnya, rencana ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang digelar perseroan. Rencananya, stock split akan segera dilakukan pada kuartal kedua 2013. Selain akan melakukan aksi stock split, perseroan juga berencana untuk melepas saham buyback yang dilakukan sejak 2005-20012. Pada tahap pertama, due date 1 Agustus 2013 dengan nilai 211,3 juta saham senilai Rp1,8 triliun.

Tercatat tahun ini ada beberapa perusahaan yang bakal melalukan stock split selain Telkom, ada produsen keramik PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) akan merealisasikan pemecahan nilai saham (stock split) dengan rasio 4 : 1 pada Juli 2013, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) stock split saham dengan rasio 1:5 dan disusul PT Semen Gresik Tbk (SMGR) yang juga bakal melakukan pemecahan nilai saham (stock split) apabila saham perseroan sudah mencapai harga di atas Rp20.000. Saat ini, harga saham SMGR sempat mencapai level tertinggi, sebesar Rp15.850.

Sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri akan pertimbangkan ketentuan terkait stock split atas saham-saham yang harganya tercatat cukup tinggi dalam jangka waktu yang lama. “Saat ini tidak ada kewajiban, mungkin bisa jadi pertimbangan untuk saham yang berada di harga Rp100-200 ribu.” kata Deputi Bidang Pengawasan Pasar Modal I, Robinson Simbolon.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan agar jumlah saham emiten tersebut bisa lebih banyak di pasar dan secara tidak langsung dapat dijangkau oleh lebih banyak investor. Sejauh ini stocksplit menjadi kebijakan perusahaan. Karena itu, hal ini akan masuk dalam pertimbangan OJK ke depan.

Beberapa perusahaan yang saat ini tercatat sudah cukup mahal, atau lebih dari Rp100 ribu per lembar, antara lain PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI), dan PT Merch Sharp Dohme Pharma Tbk (MERK). (bani)

BERITA TERKAIT

Optimisme Ekonomi Positif Bawa IHSG Menguat

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis ditutup menguat seiring penilaian investor terhadap…

Kembangkan Inftastruktur dan SDM - Rifan Financindo Bidik Transaksi 1,5 Juta Lot

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan performance kinerja yang positif di tahun 2018 kemarin, menjadi alasan bagi PT Rifan Financindo Berjangka…

Kebutuhan Gula Seiring Kinerja Positif Industri Pengguna

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor industri makanan dan minuman serta industri farmasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…