Dua Faktor Fundamental Akan Selamatkan IHSG - Kendalikan Volatilitas Pasar

NERACA

Jakarta- Setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 61,25 poin (1,24%) yang diiringi aksi beli bersih (net buy) asing Rp228,9 miliar atau selama 16 minggu mencapai Rp17.89 triliun, dua faktor fundamental IHSG dinilai akan menjadi pemicu pergerakan indeks ke depan dalam kondisi bursa global yang bergerak volatile.

“Sepanjang minggu ini ada dua faktor sebagai market movers dari dalam negeri yaitu release laporan keuangan kuartal pertama 2013 dan emiten mana lagi yang akan memberikan dividen serta seberapa besar pay out rationya.” jelas Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang di Jakarta, Senin (22/4).

Menurutnya, setelah minggu lalu Dow Jones mengalami penurunan sebesar 317.55 Poin (-2.14%) akibat kekhawatiran kinerja keuangan kuartal pertama 2013 seperti GE & IBM, minggu ini tidak akan kalah volatilenya karena akan ada 170 emiten yang tergabung dalam S&P 500 & 10 dalam Dow yang akan merelease laporan keuangan 2013. Beberapa emiten tersebut antara lain Caterpillar, Halliburton, Hasbro, Netflix, Texas Instruments , Apple, Barclays, Boeing, ConocoPhillips, ExxonMobil, dan Chevron, Honda.

Selain itu, perlu juga diperhatikan terkait data ekonomi penting Amerika Serikat antara lain existing home sales PMI manufacturing index, FHFA home price index, new home sales, durable goods orders, Jobless claims, dan GDP, consumer sentiment. Di luar AS pun, laporan ekonomi negara besar lainnya yang perlu diperhatikan, yaitu HSBC Flash Manufacturing PMI di Cina, CPI, BOJ Monetary Policy Statement di Jepang, dan PMI Manufacturing & Services di zona Eropa.

Dari pergerakan IHSG yang diproyeksi berada di kisaran 4964-5020, Edwin merekomendasikan sejumlah saham yang dapat diakumulasi, antara lain WSKT, BMRI, BBCA, SMRA, ICBP, BBRI, JSMR, AKRA, ADHI, ASII, BSDE, WIKA, dan PGAS.

Senada dengan Edwin, Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, kinerja IHSG tidak lepas dari adanya eskpektasi akan kinerja emiten pada kuartal pertama 2013 yang akan lebih baik dari periode yang sama di tahun sebelumnya dan masih adanya pemberitaan mengenai pembagian dividen dari para emiten.

Pembalikan Arah

Menurutnya, pencapaian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di atas level 5000 lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya akan membawa indeks mengalami pembalikan arah yang cukup besar. Karena itu, perlu sentimen positif yang kuat dari rilis laporan keuangan, kestabilan ekonomi makro yang diiringi dengan kejelasan kebijakan ekonomi, maupun kondisi bursa saham global agar IHSG tidak kehilangan momen bertahan di level psikologisnya.

Meskipun, lanjut dia, orientasi pelaku pasar masih sama dengan sebelumnya di mana telah berubah untuk jualan pasca rilis laporan keuangan full year emiten. “Selama IHSG tidak mendekati gap di 4945-4954 maka diharapkan jikapun terjadi pelemahan masih tahap terbatas.” ujarnya kemarin.

Sepanjang pekan kemarin, IHSG mengalami kenaikan +61,25 poin (+1,24%) melanjutkan penguatan di pekan sebelumnya yang naik +11,14 poin (+0,23%). DBX masih belum dapat menghijau dengan penurunan -0,40%. Sementara indeks utama lainnya menguat dengan kenaikan pada indeks JII (+1,77%), IDX30 (+1,65%), LQ45 (+1,54%), dan lainnya.

Adapun Indeks sektoral bergerak variatif dan hanya tiga sektor yang melemah antara lain perkebunan (1,85%), pertambangan (-1,66%), dan konsumer (-1,66%). Ke depan, laju IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4832-4895 dan resisten 5036-5043.

Lima sektor yang perlu dicermati, menurut dia, yaitu sektor perkebunan, keuangan, infrastruktur, perdagangan, dan properti. Adapun saham -saham yang dapat diperhatikan antara lain AALI, MAGP, JAWA, BBRI, BBCA, BBKP, SDRA, BBTN, AKRA, ASGR, RALS, MAPI, BSDE, ASRI, PWON.

Related posts