PNM Sinergikan Sektor UMKM dan Pariwisata - Promosikan Lombok

NERACA

Lombok - Perusahaan pembiayaan mikro milik negara, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mempertemukan 100 pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ini dimaksudkan sebagai upaya pengembangan kapasitas usaha untuk mempererat sinergi bisnis UMKM berbasis potensi sumberdaya alam (SDM) daerah tersebut.

Pemimpin PNM Cabang Denpasar, Budiarto yang membawahi klaster Lombok mengatakan kegiatan kali ini dilakukan di Lombok untuk memberikan pengetahuan bisnis yang lebih menyeluruh kepada para pelaku usaha sektor perdagangan dan kerajinan di wilayah tersebut.

“Pasar mikro di Lombok masih terbentang luas dengan potensi besar di bidang kerajinan dan perdagangan. Hal ini didorong semakin terkenalnya Lombok sebagai salah satu destinasi wisata turis lokal dan internasional,\" ujarnya di Gedung PHI Selong Lombok Timur, Kamis (18/4).

Pelatihan nasabah kali ini akan menghadirkan trainer terkemuka di wilayah Denpasar dan Lombok, yaitu Kadek Dharma Susila dan I Made Kertayana dengan tema \"Sinergi dan Inovasi Usaha serta Kiat Sukses dalam Mengembangkan UMKM\\\". Pelatihan ini diikuti oleh 100 nasabah pelaku UMKM dari Klaster Lombok yang membawahi lima kantor Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM).

Lebih lanjut lagi, Budiarto menambahkan untuk meningkatkan penetrasi layanan kepada pelaku usaha mikro di Denpasar dan Lombok, PNM melalui kantor Cabang Denpasar tahun ini membuka dua kantor ULaMM baru, yaitu ULaMM Kubu Tambahan di bawah klaster Denpasar dan ULaMM Narmada di bawah klaster Lombok.

Melalui penambahan dua kantor ULaMM tersebut, PNM Cabang Denpasar kini memiliki 3 klaster dan 22 kantor ULaMM. Sebanyak tiga klaster, yaitu Denpasar, Gianyar, dan Lombok. Dari 22 kantor ULaMM di bawah Cabang Denpasar, sebanyak lima unit berada di Lombok, yaitu ULaMM Mataram, ULaMM Narmada, ULaMM Praya, ULaMM Aikmel, dan ULaMM Pancor.

PNM Cabang Denpasar per akhir Maret 2013 telah menyalurkan pembiayaan Rp100,05 miliar, tumbuh 3,7% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp96,5 miliar. Jumlah nasabah yang menerima penyaluran pembiayaan sampai dengan Maret 2013 mencapai 1.927 nasabah.

Khusus Klaster Lombok, sampai dengan akhir Maret 2013 telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp17,36 miliar dengan jumlah pelaku usaha penerima penyaluran dana sebanyak 254 nasabah.

Kemudian Kepala Divisi PKU PT PNM (Persero), Arief Mulyadi menyambut baik kegiatan PKU di Lombok.

\"Hal ini menunjukkan bahwa kami berusaha memajukan pelaku usaha mikro di berbagai daerah secara merata, tidak hanya di satu wilayah tertentu,\" ujarnya. Sementara itu, Corporate Secretary PNM, Gung Panggodo mengatakan, program pelatihan nasabah ini merupakan bagian terintegrasi dari bisnis PNM sebagai BUMN yang dikhususkan bagi pemberdayaan UMKM.

“Aktivitas pemberdayaan UMK yang mengombinasikan bisnis pembiayaan dan peningkatan kapasitas bisnis ini menjadi keunggulan dan keunikan PNM dibanding dengan para pesaingnya,” ungkapnya. Perlu diketahui, sepanjang tahun 2012, PNM telah memberikan pelatihan sebanyak 132 kali kepada 7.425 UMK di 22 provinsi di Indonesia. Selain melaksanakan program regular, PNM pun melakukan program pendampingan usaha berbasis klasterisasi industri UMK di 5 daerah.

Beberapa program PKU Klasterisasi sebelumnya telah dilakukan seperti Sentra Keripik Nenas di Pekanbaru, Sentra Gula Semut di Pontianak, Sentra Rempeyek Pelemadu di Bantul, Yogyakarta, Sentra Keripik Singkong di Solear, Tangerang, Sentra Pengrajin Keset Kain Limbah di Kecamatan Pringapus, Semarang, serta klaster/kelompok Gula Kelapa di Pacitan, Jawa Timur. [mohar]

Related posts