Akhir Pekan, IHSG Tetap Lanjutkan Penguatan

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat dan bahkan kembali mencatatkan rekor barunya berhasil menembus level 5.000.

Analis pasar modal dari Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, penguatan indeks BEI ditopang aksi beli investor, “Aksi beli selektif yang dilakukan investor berhasil mendorong IHSG BEI menembus level 5.000 sekaligus menciptakan poin tertinggi baru,\" katanya di Jakarta, Kamis (18/4).

Dia menambahkan, pembelian saham selektif itu dilakukan terkait dengan antisipasi keluarnya laporan keuangan emiten kuartal pertama 2013. Selain itu, kenaikan IHSG BEI juga terjadi ditengah melemahnya sebagian bursa regional menyusul sentimen negatif dari bursa Wall Street terkait proyeksi lembaga dana moneter internasional (IMF) terhadap industri logam yang akan melemah.

Sementara Kepala Riset MNC Secuirites, Edwin Sebayang menambahkan, setelah level psikologis indeks BEI menembus 5.000 poin di tengah gejolak bursa regional akan membawa dampak kepercayaan lebih besar bagi pelaku pasar saham di domestik, “Saya perkirakan setelah menembus level psikologis itu maka berpeluang untuk berkelanjutan. Nantinya tetap akan ada fluktuasi di dalam perjalannya,”ujarnya.

Berikutnya, Jum’at akhir pekan indeks BEI diproyeksikan akan terus menguat dan mencapai level 5.150 poin.

Sebagaimana diketahui, indeks BEI Kamis ditutup menguat 13,985 poin (0,28%) ke level 5.012,638. Sementara Indeks LQ45 naik 1,653 poin (0,19%) ke level 849,547. Selain rekor intraday tertinggi, posisi IHSG di akhir perdagangan juga menetapkannya sebagai rekor tertinggi yang paling baru. Rekor tertinggi sebelumnya terjadi pada penutupan perdagangan Rabu kemarin.

Hanya satu sektor yang masih melemah, yaitu sektor infrastruktur. Sembilan sektor berhasil menguat berkat aksi beli, penguatan dipimpin oleh sektor aneka industri. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 140.470 kali pada volume 6,321 miliar lembar saham senilai Rp 6,634 triliun. Sebanyak 131 saham naik, sisanya 125 saham turun, dan 115 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional menutup perdagangan dengan mixed. Pelemahan pasar saham global menjadi sentimen negatif yang menemani pergerakan bursa Asia. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sumber Energi (ITMA) naik Rp 1.100 ke Rp 6.750, Goodyear (GDYR) naik Rp 600 ke Rp 14.600, Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 15.000, dan Ultra Jaya (ULTJ) naik Rp 375 ke Rp 3.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.350 ke Rp 51.650, Telkom (TLKM) turun Rp 450 ke Rp 11.550, Indocement (INTP) turun Rp 450 ke Rp 25.350, dan Garda Tujuh (GTBO) turun Rp 250 ke Rp 3.925.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik tipis 1,768 poin (0,04%) ke level 5.000,421. Sementara Indeks LQ45 menipis 0,978 poin (0,12%) ke level 846,916. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual sehingga menyeret indeks jatuh ke zona merah. Untungnya, ada aksi beli selektif di saham-saham lapis dua sehingga memberi kesempatan indeks naik ke zona hijau.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 76.056 kali pada volume 3,399 miliar lembar saham senilai Rp 2,883 triliun. Sebanyak 114 saham naik, sisanya 115 saham turun, dan 108 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sumber Energi (ITMA) naik Rp 1.100 ke Rp 6.750, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 400 ke Rp 38.800, Goodyear (GDYR) naik Rp 400 ke Rp 14.400, dan Japfa (JPFA) naik Rp 350 ke Rp 9.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.050 ke Rp 51.950, Telkom (TLKM) turun Rp 450 ke Rp 11.550, Indocement (INTP) turun Rp 450 ke Rp 25.350, dan Chandra Asri (TPIA) turun Rp 200 ke Rp 2.800.

Sebaliknya, diawal perdagangan indeks BEI dibuka melemah 16,59 poin atau 0,33% ke posisi 4.982,05. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 4,15 poin (0,49 persen) ke level 843,74.

Analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro mengatakan, setelah mengalami penguatan cukup signifikan pada perdagangan Raby kemarin, sentimen negatif pasar saham global menahan laju indeks BEI, “Bursa Asia dibuka melemah sekitar 0,7% memfaktorkan sentimen negatif dari harga komoditas yang terjadi dengan minyak melemah 2,6% ke level 86,4 dolar AS per barel,\" ujarnya.

Dia menambahkan, saham-saham sektor semen yang menguat signifikan pada perdagangan kemarin juga cukup rawan terkena tekanan jual oleh pelaku pasar untuk merealisasikan keuntungan.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng, Kamis dibuka menguat 25,57 poin (0,12%) ke level 21.595,24, indeks Nikkei-225 turun 112,86 poin (0,84%) ke level 13.270,03, Straits Times melemah 1,16 poin (0,04%) ke posisi 3.290,30. (bani)

Related posts