Bergerak Tidak Wajar, Saham KOIN Disuspensi

NERACA

Jakarta - Lantaran mengalami kenaikan harga saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) PT Kokoh Inti Arebama Tbk (KOIN) pada perdagangan saham kemarin.

Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (18/4). Kata Kadiv.Pengawasan Transaksi Irvan Susandy dan Kadiv.Perdagangan Saham BEI Andre Toelle, suspensi dilakukan rangka cooling down karena saham PT Kokoh Inti naik signifikan sebesar Rp415 per saham atau 162,75% dari harga penutupan Rp255 per saham pada 2 April 2013 menjadi Rp670 per saham pada 17 April 2013.

Penghentian sementara perdagangan saham KOIN tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai dengan tujuan untuk memberikan waktu memadai bagi pelaku pasar. Dengan suspensi itu pelaku pasar dapat mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham KOIN. Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.

Kepailitan Usaha

Pada waktu yang bersamaan, BEI juga mensuspensi saham PT Surabaya Agung Industri Pulp dan Kertas Tbk (SAIP). Disebutkan, suspensi itu dilakukan mengingat ada pemberitahuan kepailitan dan permohonan penghentian transaksi efek yang dikirimkan oleh tim kurator PT Surabaya Agung Industri Pulp dan Kertas.

Oleh karena itu, untuk menjaga pasar yang wajar, teratur dan efisien, bursa memutuskan untuk suspensi saham SAIP. Perusahana yang bergerak di bidang industri berbagai macam produk kertas ini, mencatatkan pergerakan saham di level Rp200 pada perdagangan saham Rabu kemarin.

Selain itu, BEI juga tengah mengawasi transaksi perdagangan saham PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) karena mengalami peningkatan harga dan volume transaksi dibandingkan periode sebelumnya (unusual market activity/uma).

Kadiv Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy mengatakan, para investor diminta untuk memperhatikan semua jawaban yang diberikan perusahaan, terkait permintaan konfirmasi dari bursa, semua keterbukaan informasi dan juga semua rencana perusahaan yang belum mendapatkan persetujuan dari RUPS. (bani)

BERITA TERKAIT

Solusi Perencanaan Hari Tua - WanaArtha Life Hadirkan WanaArtha DPLK

NERACA Jakarta - PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau yang lebih dikenal dengan WanaArtha Life meluncurkan WanaArtha DPLK sebagai solusi…

Pembekuan Produk Reksadana - Investor Diminta Waspadai Imbal Hasil Besar

NERACA Jakarta – Kasus ditutupnya produk reksadana milik PT Narada Aset Manajemen dan PT Minna Padi Aset Manajemen memberikan dampak…

Genjot Pertumbuhan Penjualan - Campina Ice Cream Investasi Mesin Baru

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan di tahun depan, PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) bakal meningkatkan penjualan dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jakarta Garden City Raih Golden Property Awards 2019

Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City seluas 370 hektar yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan dari PT…

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…