Naikkan Kapasitas Produksi - Astra Otoparts Operasikan Dua Pabrik Baru

NERACA

Jakarta- PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) akan memaksimalkan upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi perseroan di tahun ini. Rencananya, perseroan akan segera mengoperasikan pabrik di wilyah Karawang dan Cikampek pada September 2013. “Groundbreaking sudah di 2012. Rencana Juni selesai jadi mungkin sekitar Agustus atau September siap untuk goal production.” kata Direktur Astra Otoparts Darmawan Widjaja di Jakarta, Rabu (17/4).

Pembangunan pabrik ini, menurut dia, telah disiapkan untuk meningkatkan kapasitas dikarenakan pabrik yang lama sudah cukup penuh. Selain meningkatkan kapasitas produksi, pihaknya juga akan mengeluarkan produk-produk baru.Langkah ini, lanjut dia, seiring dengan adanya kenaikan industri atau bisnis otomotif yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, di tahun ini perseroan akan menginvestasikan belanja modal (capital expenditure/Capex) lebih besar dibanding tahun 2012. “Untuk tahun ini kita siapkan sekitar Rp 2,5 triliun sampai Rp 3 triliun, sedang di tahun lalu sebesar Rp 1 triliun.” ucapnya.

Dari total nilai belanja modal tersebut, kata dia, sebesar Rp 1 triliun akan digunakan untuk peningkatan kapasitas perusahaan, Rp500 miliar untuk mengeluarkan produk-produk baru, dan partnership dianggarkan sebesar Rp 1,2 triliun. Adapun sisanya akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur. Dana tersebut antara lain berasal dari kas internal perseroan, pinjaman bank maupun rights issue yang telah disetujui perseroan.

Direktur PT Astra Otoparts Tbk, Robby Sani mengatakan, Rapat Umum Pemegang Saham menyetujui pembagian dividen final tunai tahun buku 2012 sebesar Rp419,31 miliar atau 39,8% dari laba tahunan sebesar Rp87 per lembar saham. Pembagian dividen akan dilaksanakan pada 31 Mei 2013 kepada pemegang saham perseroan yang namanya tercatat dalam daftar Pemegang saham perseroan, yaitu pada pukul 16.00 WIB.

“RUPST mengagendakan beberapa hal salah satunya pembagian dividen sebesar Rp419,31 miliar. RUPS juga memberikan wewenang kepada direksi perseroan untuk melaksanakan pembagian dividen tunai tersebut dan untuk melakukan semua tindakan yang diperlukan,” jelasnya.

Hasil RUPST juga menetapkan dana cadangan khusus sejumlah Rp5 miliar dan sisanya sebagai laba ditahan yang digunakan untuk modal kerja dan investasi. Selain itu pula mengagendakan pengangkatan anggota direksi dan dewan komisaris perseroan, yaitu Presiden Direktur Siswanto Prawiroatmodjo digantikan oleh Hamdhani Dzulkarnaen Salim yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur.

Disebutkan Robby, dalam RUPST ditetapkan honorarium anggota Dewan Komisaris Perseroan dengan jumlah maksimum keseluruhan sebesar Rp 2,53 miliar per tahun sebelum dipotong pajak penghasilan. Penetapan tersebut akan berlaku Mei 2013 hingga penutupan RUPS di 2012 mendatang dan memberikan kewenangan kepada Presiden Komisaris untuk menentukan pembagiannya.

BERITA TERKAIT

Juli, Fast Food Baru Buka 6 Gerai Baru

Ekspansi bisnis PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dalam membuka gerai baru terus agresif. Tercatat hingga Juli 2018, emiten restoran…

ICDX Berambisi Masuk 10 Besar Bursa di Dunia - Agresif Luncurkan Kontrak Baru

NERACA Jakarta – Seiring dengan pulihnya harga komoditas dunia, mendorong Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) menargetkan transaksi lebih besar…

The Fed Dinilai Tak Akan Agresif Naikkan Bunga

    NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah memprediksi Bank Sentral AS The…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BRPT Siapkan Belanja Modal US$ 1,19 Miliar

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900 ribu ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, PT Barito Pacific…

Gandeng Binar Academy - Telkomsel Edukasi Digital Anak Muda di Timur

NERACA Jakarta - Dalam rangka pemerataan dan menggejot partisipasi anak muda di kawasan Timur Indonesia dalam kompetisi The NextDev, Telkomsel…

Juli, Fast Food Baru Buka 6 Gerai Baru

Ekspansi bisnis PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dalam membuka gerai baru terus agresif. Tercatat hingga Juli 2018, emiten restoran…