Toyota Astra Financial Tawarkan Kupon Hingga 8,25%

NERACA

Jakarta- PT Toyota Astra Financial Services, anak usaha PT Astra International Tbk menawarkan kupon obligasi 6,25%-8,25% untuk obligasi Toyota Astra Financial Services III Tahun 2013 dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp1,2 triliun.

Direktur Utama Toyota Astra Financial Services, Buntoro Muljono mengatakan, obligasi ini terdiri atas tiga seri dengan tenor hingga 4 tahun. Untuk seri A memiliki kupon 6,25%-7,25%, sedang seri B dan C masing-masing memiliki kupon 7,25%-8,25%. Bunga obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi. “Setelah dikurangi biaya emisi, dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk modal kerja pembiayaan dan ekspansi usaha.” ucapnya di Jakarta, Selasa (16/4).

Menurut dia, pihaknya berencana untuk melakukan ekspansi di wilayah Balikpapan. Sementara untuk saat ini perusahaan baru saja membuka cabang di wilayah Banjarmasin dan Depok. Secara umum, pihaknya mencatat kinerja keuangan perusahaan mengalami pertumbuhan cukup positif, di mana tingkat profitabilitas pada tahun 2012 mengalami peningkatan secara signifikan. Pada tahun 2012, laba bersih perusahaan mencapai Rp243 miliar atau naik sekitar 41% dari pencapaian laba bersih perseroan tahun 2011 yaitu sebesar Rp172 miliar.

Karena itu, pihaknya optimistis, penerbitan obligasi ini akan dapat menyerap investor. Diakui Buntoro, persaingan pada industri pembiayaan cukup ketat. Namun, dengan upaya perluasan cabang dan peningkatan layanan perusahaan diharapkan akan dapat mendukung kinerja perusahaan. “Belum ada asing pun persaingan sudah cukup kencang. Tapi dengan layanan, networking yang terus ditambah sesuai dealer serta memberikan layanan dan approval yang cepat, market share kita cukup baik.” paparnya.

Dampak Kenaikan BBM

Sementara dengan adanya kenaikan BBM, dan upah regional, lanjut dia, berdampak pada biaya operasional yang harus ditanggung perusahaan. Meski demikian, kenaikan biaya operasional tersebut diimbangi dengan adanya peluncuran produk-produk baru. Tahun ini perusahaan pun menargetkan pembiayaan sebesar Rp11 triliun atau mengalami peningkatan dari tahun lalu yang mencapai Rp8,2 triliun dengan kenaikan unit sekitar 20%.

Buntoro mengatakan, obligasi yang diterbitkan ini memperoleh hasil pemeringkatan atas efek utang jangka panjang dari PT Fitch Ratings Indonesia, (I\\\'d) AAA stable outlook. Untuk masa penawaran awal obligasi akan dimulai pada 16 April-30 April 2013. Penawaran umum pada 13 Mei-14 Mei 2013, dan penjatahan dilaksanakan pada 15 Mei 2013. Sedangkan untuk pencatatan di Bursa Efek Indonesia akan dilakukan pada 20 Mei 2013.

Adapun yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi penerbitan obligasi ini adalah PT Trimegah Securities Tbk, PT HSBC Securities Indonesia, PT Indopremier Securities dan PT Mandiri Sekuritas. Adapun yang bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Direktur Utama Trimegah Securities, Karman Pramurahardjo mengatakan, kisaran kupon untuk obligasi Toyota Astra Financial ini dipertimbangkan atas perhitungan yield government bond dan industri sejenis serta waktu. Karena itu, pihak underwriter masih melakukan penjajakan pasar untuk kemudian memutuskan kupon tetap atau setelah masa bookbuilding berakhir. “Kita melihat dinamika pasar, dari bookbuilding baru kita putuskan.” jelasnya.

Dia menilai, kenaikan inflasi pada Maret lalu cukup tinggi sehingga tidak dapat dipungkiri investor pun akan meminta kupon yang lebih tinggi. Penerbitan obligasi ini diproyeksikan akan didominasi oleh investor institusi seperti reksadana atau perusahaan asset management. Dengan kinerja keuangan yang dicatatkan perusahaan, obligasi ini dinilai akan cukup prospektif. “Net profit-nya bisa naik dapat mencapai 58%. Kalau kinerjanya bagus maka kuponnya bisa lebih rendah.” ujarnya.

(lia)

BERITA TERKAIT

Masalah Inflator Kantong Udara, Toyota Tarik 1,7 Juta Kendaraan

Toyota Motor Corp mengatakan pada Rabu (9/1) bahwa pihaknya menarik 1,7 juta kendaraan di seluruh dunia terkait adanya potensi masalah…

Gubernur Jabar Tawarkan Solusi Gaet Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Gubernur Jabar Tawarkan Solusi Gaet Peserta BPJS Ketenagakerjaan NERACA Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, menawarkan solusi kreatif…

Program B20 Hemat Impor Solar Hingga US$937,84 juta

      NERACA   Jakarta - Kebijakan pencampuran Bahan Bakar Nabati (BBN) berupa biodiesel sebesar 20 persen (B20) ke…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Transaksi Sepekan Tumbuh 1,47%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin ditutup dengan peningkatan sebesar…

Luncurkan Transaksi GOFX - BKDI Incar Transaksi US$ 200 Juta Perhari

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan transaksi industri bursa berjangka, Indonesia Commodity & Derevatives Exchange (ICDX) atau PT Bursa Komiditi Derivatif…

BEI Optimis Target 100 Emiten Baru Tercapai

NERACA Jakarta – Penuhi tantangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menargetkan jumlah perusahaan yang melaksanakan penawaran umum saham perdana atau…