Prospek Obligasi Terancam Kenaikan BBM - Investor Butuh Kepastian

NERACA

Jakarta – Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, tidak membuat pasar obligasi bergeming. Pasalnya, tahun ini banyak perusahaan baik bank atau non bank bakal merilis penerbitan obligasi sebagai sumber pendanaan usaha.

Kata Direktur Utama PT Bahana Securities Eko Yuliantoro, prospek pasar obligasi tahun ini masih bagus, “Tahun ini penerbitan obligasi diproyeksikan masih cukup positif sepanjang inflasi domestik dapat terkendali,”katanya di Jakarta kemarin.

Kendatipun demikian, dirinya juga mengakui, secara makro inflasi yang tidak terkendali akan berdampak negatif terhadap penerbitan obligasi. Oleh karena itu, dia mengharapkan pemerintah dapat menjaga kestabilan inflasi sehingga dapat diprediksi oleh kalangan investor obligasi menyusul ekspektasi dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Menurutnya, investor saat ini tidak menyukai sesuatu yang tidak bisa diprediksi. Pasalnya, sepanjang masih bisa diproyeksikan dan dapat dikalkulasikan nilai kuponnya \'plus-minus\' masih disukai investor, “Dengan inflasi yang terkendali maka tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) akan tetap berada di level yang rendah sehingga akan memicu perusahaan untuk menerbitkan surat utang,”ungkapnya.

Sementara Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Hoesen pernah bilang, peringkat surat utang pemerintah Indonesia di level layak investasi atau investment grade akan memberikan sentimen positif untuk penawaran obligasi korporasi domestik.

Sehingga, lanjut dia, penawaran obligasi sendiri masih akan semarak di 2013. BEI memperkirakan nilai emisi penerbitan obligasi korporasi tahun ini dapat mencapai Rp50 triliun.

Asal tahu saja, berdasarkan data BEI, total emisi obligasi dan sukuk telah tercatat sepanjang 2013 sebanyak 19 emisi dari 16 emiten senilai Rp19,41 triliun. Sementara, total emisi obligasi dan sukuk tercatat di BEI berjumlah 218 emisi dengan nilai nominal \"outstanding\" sebesar Rp198,02 triliun dan 100 juta dolar AS yang diterbitkan oleh 93 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) yang telah tercatat di BEI berjumlah 90 seri dengan nilai nominal Rp859,17 triliun dan lima Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp1,83 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Optimis Target 7000 Investor Tercapai

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Surakarta optimistis mampu meraih target sebanyak 7.000 investor hingga akhir tahun ini seiring dengan berbagai…

Bantu Investor Trading Saham - DIVA Hadirkan Layanan Intelligent Instant Messaging

NERACA Jakarta - PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) bersama PT Tetra Digital Investindo meluncutkan layanan Intelligent Instant Messaging (IIM)…

WOM Finance Rilis Obligasi Rp 800 Miliar

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) atau WOM Finance berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp800 miliar. Obligasi tersebut termasuk dalam penawaran…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di Jatim Masih Minim

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur, Dewi Sriana Rihantyasni menyebutkan, jumlah investor yang bertransaksi di pasar modal…

Public Trust Bakal Terganggu - Salah Pilih Anggota BRTI dari Salah Satu Operator

NERACA Jakarta - Pekan lalu, calon anggota Komite Regulasi Telekomunikasi Badan Regulasi Telekomunikasi (KRT-BRTI) menjalani seleksi pamungkas yaitu wawancara dengan…

Mandiri Lepas 8,39% Saham di Bank Mantap

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjual sebanyak 111.292.502 lembar saham atau 8,39% kepemilikan pada PT Bank Mantap kepada Taspen senilai…