Astra Otopart Bidik Dana Rp 2,95 Triliun - Tetapkan Harga Rp 3.100 Persaham

NERACA

Jakarta - PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menargetkan dana sebesar Rp 2,95 triliun dari penerbitan saham baru atau rights issue. Perseroan telah menetapkan harga saham baru sebesar Rp 3.100. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (11/4).

Disebutkan, dalam penerbitan saham baru tersebut ada Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), dengan ketentuan setiap pemegang 100 saham lama bsia mendapatkan 25 HMETD.

Anak usaha Grup Astra yang bergerak di bisnis onderdil kendaraan ini akan menerbitkan 1,4 miliar saham baru dengan nominal saham Rp 100 per saham. Menurut Direktur AUTO Robby Sani, sebanyak 51,9% dana hasil rights issue atau sekitar Rp 1,53 triliun akan digunakan untuk pembayaran dini sebagian pinjaman perbankan perseroan.

Sedangkan 23,7% lainnya atau Rp 700 miliar akan digunakan untuk pembayaran bridging loan berkaitan dengan akuisisi salah satu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur komponen automotif.

Sementara 24,4% sisanya atau sebanyak Rp 719,9 miliar akan digunakan untuk pengembangan usaha dalam bentuk penyertaan modal atau pemberian pinjaman kepada entitas anak usahanya.

Sebagai informasi, perseroan juga tengah melakukan akuisisi 51% saham PT Pakoakuina. Target akuisisi tersebut adalah perseroan terbatas yang terletak di Jl Gaya Motor Raya, Sunter II Jakarta Utara. Selama ini obyek akuisisi tersebut bergerak di bidang usaha industri wheel rim untuk mobil dan sepeda motor.

Tujuan akuisisi untuk mengantisipasi rencana pemgembangan dan penambahan kapasitas produksi perseroan ke depan. Pelaksanaan transaksi akuisisi ini setelah semua persyaratan dalam perjanjian dan peraturan perundang-undangan terpenuhi.

Pada tahun ini, anak usaha Astra Internasional ini menargetkan penjualan tumbuh 5%. Maka untuk meningkatkan penjualan, perseroan menggangarkan belanja modal sebesar Rp 1,2 triliun.

Kata Robby Sani, jumlah belanja modal tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi perusahaan. Diantaranya adalah, pemanfaatan lahan 10 hektare (ha) di kawasan industri Suryacipta, Karawang, Jawa Barat.“Tanah itu akan kami garap pada tahun ini,” ujar Robby yang tidak mau menyebut secara detail rencana ekspansi yang akan ia lakukan di lahan tersebut.

Selain itu, perusahaan juga akan menyelesaikan pembangunan pabrik hasil kerjasama dengan produsen ban, Pirelli. Kerjasama dengan produsen ban dunia itu dilakukan untuk memperkuat posisi Astra Otoparts di pasar komponen ban sepeda motor. Kedepan perseroan akan meningkatkan kapasitas produksi ban, jika ada permintaan melonjak. (bani)

BERITA TERKAIT

Masuki Usia Ke-10 SATU Indonesia - Eksistensi Astra Berbagi Inspirasi Positif Anak Muda

Konsistensi untuk berbagi dan memberikan manfaat kepada bagi masyarakat luas, masih dilakukan PT Astra Internasional Tbk sebagai bagian dari bentuk…

2019, Pertumbuhan Pinjaman Online Rp44 Triliun

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memperkirakan potensi pertumbuhan penyaluran pinjaman online dua kali lipat yakni Rp44 triliun pada akhir…

Lagi, Sponsor Utama GIIAS 2019 - Astra Financial Bidik Pembiayaan Naik 12%

NERACA Jakarta – Berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan yang cukup signifikan di ajang pameran otomotif bertaraf internasional Gaikindo Indonesia International Auto…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jumlah Investor di NTT Tumbuh Signifikan

Pengamat ekonomi, Dr James Adam mengemukakan, perkembangan investasi pasar modal di Provinsi Nusa Tenggara Timur menunjukkan kondisi yang menggembirakan dalam…

IHSG dan Nilai Kapitalisasi Tumbuh 1,22%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan kemarin tumbuh sebesar 1,22% ke…

Laba Multipolar Technology Turun 11,3%

Di tahun 2018, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mencatatkan laba bersih sebesar Rp99,66 miliar atau turun 11,3% dibanding periode yang…