Meski Tertekan Utang, XL “Pede” Jadi Terbaik - Market Share Tumbuh 20%

NERACA

Jakarta- Meski tertekan utang, PT XL Axiata Tbk (EXCL), salah satu emiten telekomunikasi optimistis akan dapat mendongkrak kinerjanya di tahun 2013. Pasalnya, pada tahun lalu perseroan menilai dapat mengungguli lima pesaingnya yang bergerak di industri yang sama.

Tidak hanya dari sisi industri, namun juga dari sisi pangsa pasar yang mencatatkan pertumbuhan hampir mendekati angka 20% pada tahun 2012,”Track record kita bisa menggungguli pesaing kita terutama di lima tahun terakhir. Kita tumbuh 15%, dan sisi industri tumbuh 12%. Market share mendekati 20% atau lebih tepatnya 19,7% nomor dua terbaik di Indonesia,” kata Presiden Direktur PT XL Axiata Hasnul Suhaimi di Jakarta, Kamis (11/04).

Menurutnya, bisnis perseroan ditopang oleh kinerja layanan data. Dari tahun ke tahun, layanan data dapat memberikan kontribusi terbesar terhadap kinerja perseroan. Bahkan, di tahun lalu layanan data tumbuh sebesar 50% dan memberikan kontribusi pendapatan yang lebih tinggi dari 15% menjadi 20%. Karena itu, pihaknya terus berupaya untuk mengembangkan infrastruktur untuk meningkatkan layanan data.

Pihaknya mencatat, investasi untuk layanan data tersebut berpengaruh terhadap laba bersih perseroan pada tahun 2012. “Kejatuhan margin EBITDA 51% kemudian tahun lalu 46% atau 3-4% menekan pendapatan. Karena kita banyak untuk pemeliharaan jaringan dan sewa tower,” ucapnya.

Fokus Layanan Data

Di tahun ini pun, perseroan akan fokus pada layanan data dan melakukan pengembangan dengan berinovasi dan menyediakan produk layanan baru. Salah satunya, layanan berbasis digital. Pihaknya juga akan terus berinvestasi secara agresif pada jaringan 3G melalui peningkatan cakupan dan kapasitas. Terlebih dengan dimenangkannya tender 3G oleh perseroan. “Kita tambah satu kanal. Jadi, total 3 kanal.” ujarnya.

Sementara untuk pengembangan layanan mcloud (komputasi awan) saat ini masih dalam tahap pengembangan infrastruktur dan aplikasi. Namun, pada tahap awal perseroan melakukan pengembangan baru seperti layanan digital baru pada mobile Xurveillance, dan Xcloud untuk komputasi awan.

Dengan beberapa pengembangan tersebut, perseroan menargetkan penambahan jumlah pelanggan baru hingga 5 juta atau tumbuh sekitar 10% dari tahun lalu sebanyak 45 juta pelanggan. “XL tidak terlalu fokus pada jumlah pelanggan. Kami berharap tahun lalu (2012) ada 45 juta, di tahun ini 50 juta pelanggan.” jelasnya.

Bagikan Dividen

Disebutkan Hasnul, untuk tahun buku 2012, perseroan akan membagikan dividen sebesar 40% atau senilai Rp1,152 triliun dari laba bersih perseroan di tahun 2012 yang mencapai Rp2,764 triliun. Pembagian dividen ini telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa XL yang digelar kemarin. “Dividen disetujui 40% dari laba bersih atau senilai Rp135 per lembar saham. Jadwal pembagian dividen diumumkan dalam waktu dekat.” ucapnya.

Menurutnya, pada RUPS Tahunan ini memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk mengatur tata cara pembayaran dividen tunai dimaksud kepada para pemegang saham Perseroan yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan tanggal 7 Mei 2013.

Selain disetujuinya pembagian dividen, rapat umum pemegang saham juga menyetujui rencana penggunaan laba bersih untuk cadangan umum sebagaimana diisyaratkan UU No.40 Tahun 2007 sebesar Rp100 juta atau 0,004% dari laba bersih tahun buku 2012, dan sisanya sebesar Rp 1,6 triliun untuk mendukung pengembangan usaha perseroan.

Sekadar catatan, pada tahun 2012 perseroan mencatatkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun Rp87 miliar menjadi Rp2,743 triliun pada 2012, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2,830 triliun. Penurunan laba lantaran rugi akibat selisih kurs sebesar Rp299,172 triliun pada 2012. Sementara pendapatan perseroan mengalami kenaikan Rp2,709 triliun dengan pendapatan sebesar Rp20,969 triliun pada 2012, dibandingkan 2011 sebesar Rp18,260 triliun. (lia)

Related posts