Myland Partners Tawarkan Kavling di Selandia Baru - Investasi Properti Internasional

NERACA

Jakarta – Merespon minat yang luar biasa, pengembang properti terkemuka Selandia Baru, Myland Partners Corporation, hadir kembali di Jakarta untuk menawarkan peluang kepada para investor properti untuk mengembangkan portofolio investasinya ke pasar properti internasional. Penawarannya adalah tanah/kavling di Selandia Baru.

Kingfisher‐Great Lake Taupo merupakan proyek residensial premium di tepi danau yang memberikan imbal hasil investasi yang sangat menarik. “Dalam hal imbal hasil, Selandia Baru tidak tertandingi, berkat kebijakan pemerintahnya dalam hal pembebasan pajak penghasilan, ketiadaan pajak perolehan atas tanah dan bangunan serta pajak atas properti. Kingfisher ditawarkan lebih rendah dari valuation price mulai dari NZD 112,000, sehingga memungkinkan investor meraih potensi keuntungan dan pertumbuhan yang signifikan atas nilai investasi mereka,” kata Direktur Myland Partners, Farhad Moinfar, kemarin.

Pihaknya sangat antusias dan optimis atas minat yang luar biasa dan terus meningkat dari para investor regional, terutama Indonesia yang perekonomiannya sedang berkembang pesat, sehingga minat untuk berinvestasi di luar negeri pun tumbuh signifikan.

Tingginya minat investor itu bisa terlihat dari hasilnya, sejak dipasarkan pada bulan November 2012 lalu, proyek Kingfisher telah terjual lebih dari 65% dan ditargetkan akan terjual seluruhnya pada bulan Mei 2013 ini.

“Program ‘fly before you buy’ yang menawarkan kepada para investor yang berminat untuk melakukan kunjungan lokasi sebelum mereka memutuskan untuk membeli, dalam beberapa bulan terakhir telah menghasilkan lebih dari 20 perjalanan ke Selandia Baru dengan tingkat konversi 100%, yang berarti setiap investor yang melakukan kunjungan lokasi pada akhirnya membeli,” tambahnya.

Program pemasaran yang unik ini berupa kunjungan ke lokasi proyek Kingfisher dan Selandia Baru bagi calon pembeli. MyLand Partners menyediakan tiket pesawat dan akomodasinya sebelum masuk ke tahap Perjanjian Jual Beli.

“Melihat pasar properti Selandia Baru yang saat ini mencapai titik nilai tertinggi, sekarang adalah waktu yang tepat bagi para investor untuk berinvestasi di negara yang terkenal akan keindahan alamnya, pemerintahan dan perekonomian yang stabil dan makmur,” katanya.

Selain itu, tidak seperti di negara lain, Selandia Baru tidak membatasi kepemilikan properti oleh orang asing , dan ini adalah salah satu keunggulan utama dari Selandia Baru.

Berdasarkan data terkini yang dirilis oleh ahli ekonomi ANZ bank, nilai real estate di Selandia Baru telah mengalami peningkatan lebih dari 16% pada tahun lalu. Ini merupakan indikator yang menggembirakan bagi para investor di mana hal ini memiliki korelasi langsung dengan daya tarik Selandia Baru sebagai tujuan investasi internasional.

Bagi para investor yang belum sempat menghadiri pameran Kingfisher di Jakarta akhir tahun 2012 yang lalu, Myland Partners akan kembali mengadakan pameran dan seminar investasi properti Selandia Baru pada tanggal 13‐14 April 2013, di Hotel Mulia Senayan‐Jakarta.

Related posts