Industri Konsumsi 33% Gas Nasional

NERACA

Jakarta – Hingga kuartal I-2013, sektor industri masih memperoleh pasokan gas terbesar dibandingkan konsumen domestik lainnya. Hingga 31 Maret 2013, konsumen industri menyerap gas sebesar 1.205 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

\"Industri masih yang terbesar. Sampai kuartal pertama 2013, kalangan industri memperoleh pasokan gas 33% dari total \'lifting\' (produksi terjual) 3.650 MMSCFD yang diserap konsumen domestik,\" kata Deputi Pengendalian Komersial Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Widhyawan Prawiraatmadja di Jakarta, Selasa.

Pasokan gas ke konsumen listrik hingga kuartal pertama 2013 mencapai 27% atau 986 MMSCFD dan pupuk 730 MMSCFD (20%). Secara total, produksi gas kuartal pertama 2013 mencapai 8.300 MMSCFD. Dari produksi sebesar 8.300 MMSCFD, \"lifting\" gas mencapai 7.400 MMSCFD yang 3.650 MMSCFD di antaranya untuk dalam negeri dan 3.750 MMSCFD diekspor.

Sementara Kepala Sub Bagian Komunikasi dan Protokol SKK Migas Agus Budiyanto menambahkan, pada 2013, pasokan gas ke industri mencapai 0,414 TCF dan 2014 sebesar 0,43 TCF. Lalu, pasokan gas untuk kelistrikan pada 2013 ditargetkan mencapai 0,227 TCF dan 2014 0,234 TCF. Adapun gas yang diserap pabrik pupuk pada 2013 adalah 0,036 TCF dan 2014 0,037 TCF. Pada 2013, produksi gas yang terserap konsumen domestik adalah 0,68 TCF dan 2014 sebesar 0,7 TCF.

Sebelumnya, dalam keterangan tertulis, SKK Migas terus berkomitmen meningkatkan pasokan gas untuk pemenuhan gas domestik baik untuk kelistrikan, pabrik pupuk maupun industri. Pasokan gas untuk domestik terus meningkat setiap tahun, saat ini pasokan gas untuk domestik lebih tinggi 250% dibandingkan tahun 2001.

Kalangan industri di domestik selama ini merupakan sektor yang paling banyak mendapatkan pasokan gas dari Pemerintah, berdasarkan data per Februari 2013 sektor industri telah mendapatkan pasokan sebesar 10,33 triliun kaki kubik. Sementara sektor kelistrikan mendapat pasokan gas sebesar 7,65 triliun kaki kubik dan pupuk sebesar 3,9 triliun kaki kubik.

Rencananya tahun depan, Pemerintah akan terus meningkatkan pasokan gas untuk domestik. Pasokan gas untuk pabrik pupuk akan ditingkatkan dari 3,9 triliun kaki kubik tahun ini menjadi sekitar 4 triliun kaki kubik tahun depan. Pasokan gas untuk kelistrikan juga akan ditingkatkan dari 7,65 triliun kaki kubik menjadi 7,9 triliun kaki kubik dan pasokan gas untuk sektor industri akan naik dari dari 10,33 triliun kaki kubik menjadi 10,75 triliun kaki kubik.

Untuk Industri

Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini telah menyetujui produksi gas dari Lapangan South Sembakung, Blok Simenggaris sebesar 25 juta kaki kubik per hari dipasok ke PT PLN untuk pemenuhan kebutuhan listrik di Kalimantan Timur dan sekitarnya.

“Kami berharap pasokan gas sebesar 25 juta kaki kubik per hari dari Lapangan South Sembakung yang dikelola oleh JOB Pertamina – Medco Simenggaris ke PT PLN di Kalimantan Timur selain dapat mendorong pemenuhan energi listrik untuk wilayah tersebut juga mampu menciptakan multiplier effect untuk peningkatan ekonomi di daerah serta meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kalimantan Timur dan sekitarnya,” ujar Rudi.

Pasokan gas sebesar 25 juta kaki kubik per hari tersebut akan dimulai akhir tahun 2013 dengan volume 5 juta kaki kubik per hari dan akan naik secara bertahap hingga mencapai 25 juta kaki kubik per hari pada tahun 2016 untuk periode kontrak selama 11 tahun.

Dalam kesepakatan pasokan gas untuk PLN Kalimantan Timur, Kepala SKK Migas juga menyetujui keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “kita ingin ada keberpihakan terhadap badan usaha milik nasional dan badan usaha milik daerah. Dalam hal pasokan gas di Kaltim kita menyetujui BUMD Kabupaten Nunukan ikut terlibat sehingga Pemerintah Daerah dan masyarakat mendapatkan manfaat langsung dari kegiatan operasi minyak dan gas di daerah mereka. Dari pasokan gas sebanyak 25 juta kaki kubik per hari tersebut, sebanyak 5 juta kaki kubik per hari akan melibatkan BUMD Kabupaten Nunukan dalam penyalurannya,” tuturnya.

Dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional, SKK Migas terus merealisasikan pasokan gas untuk pabrik Pupuk di Indonesia di tahun 2013 melalui pengiriman kargo kedua dari kilang Liquefied Natural Gas (LNG) Tangguh, Papua ke PT Pupuk Iskandar Muda melalui mekanisme swap setelah selesainya penandatanganan perjanjian jual beli gas tersebut pada Senin (25/03).

Pengiriman selanjutnya akan terus direalisasikan hingga mencapai enam kargo LNG sehingga kebutuhan gas untuk pabrik pupuk sesuai yang diminta PT PIM tahun 2013 telah dapat terpenuhi. Diharapkan pabrik pupuk tersebut dapat menghasilkan pupuk yang akan digunakan oleh para petani untuk meningkatkan kesuburan tanaman yang mereka tanam.

Related posts